Slider Top Big

[4][Layanan][slider-top-big][Slider Top]

Berbagai Metode dan Masalah Sunat/Khitan

| No comment

Sunat atau khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latin circum (berarti “memutar”) dan caedere (berarti “memotong”).

Khitan dalam Islam tidak hanya dilakukan pada laki-laki, tetapi juga kepada wanita. Khitan bagi laki-laki adalah memotong kulup (kulit) yang menutupi ujung zakar atau kepala penis, sedangkan bagi wanita adalah memotong bagian kulit yang menonjol atau yang menutupi vaginanya saja.
Manfaat Khitan·  Bagi Laki-Laki
Manfaat khitan atau sirkumsis bagi laki-laki adalah menghilangkan kotoran beserta tempat kotoran itu berada yang biasanya terletak dibagian dalam dari kulit terluar penis. Serta untuk menandakan bahwa seorang muslim telah memasuki kondisi dewasa.

Bagi wanita

Cukup banyak masyarakat meyakini bahwa sirkumsisi pada wanita bisa menurunkan hasrat dan menjauhkannya dari perzinaan. Namun, pada kasus nyatanya, tidak ada hal tersebut yang terbukti benar. Namun, praktek sirkumsisi pada wanita telah ada pada Islam seperti yang diterangkan pada hadist Nabi SAW

Maka Rasulullah SAW bersabda kepada tukang khitan wanita (Ummu A’Thiyyah), yang artinya: “Janganlah kau potong habis, karena (tidak dipotong habis) itu lebih menguntungkan bagi perempuan dan lebih disenangi suami.” (HR: Abu Dawud).

Usia Khitan yang Disarankan

Pada umumnya, masyarakat mengkhitankan anaknya pada usia antara 8-12 tahun, bahkan di daerah tertentu lebih muda lagi (balita).  Khitan dilakukan terbaik pada pertengahan umur 15 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan waktu kepada jaringan penis yang masih lunak dan berbahaya jika rusak untuk menyatu dan menguat.

Metode-metode Sunat

Klasik atau Dorsumsisi (=bengkong)

Metode ini sebenarnya sudah lama ditinggalkan, namun prakteknya masih dapat dilihat di sekitar pedesaan. Alat yang umumnya digunakan dalam metode ini adalah bambu yang telah ditajamkan, skalpel atau pisau bedah, dan silet. Peralatan yang akan dipakai ini sebelumnya disterilkan dengan alkohol tepat sebelum penggunaan.

Bekas luka yang ditinggalkan dari metode ini tidak dijahit dan langsung dibalut (secara agak longgar tergantung kenyamanan) dengan kain kassa. Dengan cara sekali iris, metode ini memang menjadi metode tercepat dari semua metode yang ada. Namun, metode ini memberikan dampak yang sangat luas. Dampak tersebut adalah:

Terpotongnya pembuluh darah yang berperan mengalirkan darah ke sebagian kepala penis
Terpotongnya susunan syaraf yang diduga mempengaruhi kenikmatan saat hubungan seksual
Pendarahan yang hebat jika pasien mengalami hemofilia yang belum terdeteksi
Lecet yang disebabkan karena masih adanya perlengketan kulit dengan kepala penis saat pemotongan
Rasa sakit yang amat sangat bisa menyebabkan pasien bergerak dan menyebabkan alur pemotongan tidak rata

Kovensional atau Umum

Metode ini telah mengacu kepada standar medis, sehingga meningkatkan keberhasilan sirkumsisi. Hal ini karena dilakukan oleh tenaga medis yang professional, dilakukan pembiusan lokal, menggunakan pisau bedah yang steril & dilakukan penjahitan dengan benang yang menyatu dengan jaringan.

Dengan adanya kelengkapan ini, kemungkinan terjadinya perdarahan & infeksi pasca operasi dapat diminimalkan sampai tidak ada infeksi.

Lonceng atau Ikat

Metode ini unik, karena tidak ada sama sekali pemotongan atau operasi, sehingga dimungkinkan sirkumsisi tanpa operasi dan tanpa rasa sakit.  Kulit yang disunat diukur & diikat kemudian dibiarkan menjadi nekrosis, kulit menjadi mati karena tidak mendapat aliran darah. Namun, metode ini memerlukan waktu yang relatif lama, maksimal selama 2 minggu. Dampak dari metode ini kemungkinan terjadinya infeksi sangat tinggi karena nekrosis mengandung bakteri yang mematikan yaitu Clostridium perfringens.

Metode Smart Clamp

Metode ini pada prinsipnya menjepit kulit yang akan dihilangkan kemudian dipotong saat itu juga. Pada metode ini, penjepitan hanya dilakukan sebentar saja selama operasi berlangsung dan segera dilepas serta langsung dibuang (sekali pakai) sehingga tidak terjadi nekrosis.

Kelebihan metod ini adalah mudah dan aman dalam penggunaan, tidak memerlukan penjahitan dan perban,tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pasien (bisa langsung sekolah atau kerja),perdarahan minimal bahkan bisa tidak berdarah,tidak sakit setelah khitan, tanpa perawatan pasca khitan dan langsung pakai celana dalam dan celana panjang.

Metode “Laser” Electrocauter

Penamaan ini sesunnguhnya kurang tepat karena alat yang digunakan samasekali tidak menggunakan Laser akan tetapi menggunakan “elemen” yang dipanaskan. Jika dialiri listrik, ujung logam akan panas dan memerah. Elemen yang memerah tersebut digunakan untuk memotong kulup.

Khitan dengan solder panas ini kelebihannya adalah cepat, mudah menghentikan perdarahan yang ringan serta cocok untuk anak dibawah usia 3 tahun dimana pembuluh darahnya kecil. Kekurangannya adalah dapat menyebabkan luka bakar, metode ini membutuhkan energi listrik (PLN) sebagai sumber daya dimana jika ada kebocoran (kerusakan) alat, dapat terjadi sengatan listrik yang berisiko bagi pasien maupun operator. Untuk proses penyembuhan, dibandingkan dengan cara konvensional itu sifatnya relatif karena tergantung dari sterilisasi alat yang dipakai, proses pengerjaanya dan kebersihan individu yang disunat.

FlashCutter

Metode ini merupakan pengembangan secara tidak langsung dari metode electrocauter. Perbedaan mendasarnya adalah menggunakan sebilah logam yang sangat tipis dan diregangkan sehingga terlihat seperti benang logam. Logam tersebut kemudian dipanaskan sedikit menggunakan battery. Hal ini dimaksudkan untuk membunuh bakteri yang kemungkinan masih ada, dan juga untuk mempercepat pemotongan. Karena alat ini menggunakan battery, alat ini cenderung lebih mudah dibawa sehingga beberapa dokter yang memiliki alat ini bisa melakukan proses sirkumsisi dirumah pasien sampai selesai.

Laser Carbon Dioxide

Metode inilah yang menggunakan murni laser selama proses sirkumsisi. Metode ini adalah metode tercepat selain menggunakan metode klasik karena didukung oleh tekhnologi medis yang telah maju. Biasanya diberikan sedikit jahitan untuk mencegah luka berpindah posisi & agar hasil potongannya tidak terlihat setelah sembuh

Komplikasi sunat

Untungnya, komplikasi sunat relatif jarang terjadi, walaupun mereka mungkin kurang dilaporkan berikut atau budaya sunat agama. Untuk alasan ini, angka pada tingkat komplikasi mungkin tidak dapat diandalkan. Komplikasi mencakup:
  • pengurangan sensasi penis (sebuah pengalaman universal hampir) pendarahan
  • kerusakan pada uretra (tabung air di kemaluan)
  • amputasi glans (jarang)
  • infeksi dalam darah atau keracunan darah (jarang).