Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Vitamin D dalam Darah: Angka yang Jarang Orang Cek

Kesehatan - 31 Dec 2025 Oleh Diaz

155 Kali Dibaca

Fam, pernah kepikiran enggak kalau vitamin D dalam darah itu sebenarnya salah satu angka kesehatan yang jarang banget orang cek, padahal dampaknya luas ke tubuh? Kebanyakan dari kita baru ingat vitamin D saat tulang mulai pegal, gampang capek, atau pas dokter bilang “kayaknya kurang kena matahari.” Padahal, vitamin D bukan sekadar urusan tulang, tapi juga berhubungan dengan daya tahan tubuh, suasana hati, sampai risiko penyakit kronis.

Di kehidupan sehari-hari, vitamin D sering dianggap sepele karena kita hidup di negara tropis. Logikanya simpel, matahari melimpah, masa iya kekurangan? Faktanya, banyak penelitian menunjukkan orang yang tinggal di daerah tropis tetap bisa mengalami defisiensi vitamin D. Penyebabnya beragam, mulai dari jarang beraktivitas di luar ruangan, penggunaan sunscreen berlebihan, jam kerja di dalam ruangan, sampai pola makan yang minim sumber vitamin D. Akibatnya, kadar vitamin D dalam darah jadi rendah tanpa disadari.

Vitamin D itu unik, karena sebenarnya lebih mirip hormon dibanding vitamin biasa. Tubuh kita memproduksinya saat kulit terpapar sinar matahari, lalu vitamin D ini berperan membantu penyerapan kalsium dan fosfor. Kalau kadarnya cukup, tulang lebih kuat, otot lebih stabil, dan risiko osteoporosis bisa ditekan. Tapi kalau rendah, tubuh sering kasih sinyal halus seperti cepat lelah, nyeri otot, sering sakit, atau mood gampang turun. Sayangnya, sinyal ini sering dikira cuma capek biasa atau efek kurang tidur.

Masalahnya, gejala kekurangan vitamin D sering enggak spesifik. Banyak orang baru tahu setelah cek laboratorium, itu pun kalau memang dicek. Tes vitamin D dalam darah biasanya mengukur 25-hydroxyvitamin D. Angkanya bisa jadi pembuka mata, karena ada orang yang merasa sehat-sehat saja, tapi hasilnya jauh di bawah normal. Di sisi lain, ada juga yang rajin minum suplemen tanpa tahu apakah kadarnya sudah cukup atau malah berlebihan. Dua-duanya sama-sama berisiko kalau enggak dipantau.

Dari sisi daya tahan tubuh, vitamin D punya peran penting dalam sistem imun. Beberapa studi menunjukkan kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan. Itulah kenapa belakangan ini vitamin D sering dibahas dalam konteks imunitas. Kalau Fam termasuk yang gampang flu, batuk berkepanjangan, atau sering merasa “drop” padahal enggak terlalu capek, bisa jadi vitamin D dalam darah perlu dilirik.

Selain itu, vitamin D juga dikaitkan dengan kesehatan mental. Ada hubungan antara kadar vitamin D rendah dengan risiko depresi atau mood swing. Memang bukan satu-satunya faktor, tapi vitamin D ikut berperan dalam regulasi neurotransmiter di otak. Jadi, menjaga kadar vitamin D bukan cuma soal fisik, tapi juga keseimbangan emosi.

Sumber vitamin D sebenarnya ada dari makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, dan produk susu yang difortifikasi. Tapi jujur saja, dari makanan saja sering kali belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Paparan sinar matahari tetap jadi kunci, dengan catatan dilakukan di waktu yang tepat dan durasi yang cukup. Namun, gaya hidup modern sering bikin kita jauh dari matahari. Di sinilah pemeriksaan darah jadi penting, supaya kita enggak cuma menebak-nebak.

Cek vitamin D dalam darah seharusnya bisa jadi bagian dari medical check up rutin, terutama buat yang jarang kena matahari, lansia, ibu hamil, atau orang dengan kondisi tertentu. Dengan tahu angkanya, langkah selanjutnya jadi lebih jelas, apakah cukup dengan berjemur, perbaiki pola makan, atau memang perlu suplemen dengan dosis tertentu sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Fam, menjaga kesehatan itu bukan cuma soal yang kelihatan, tapi juga angka-angka kecil di balik layar yang sering luput dari perhatian. Salah satunya ya vitamin D dalam darah. Mulai sekarang, mungkin enggak ada salahnya memasukkan pemeriksaan ini ke daftar cek kesehatan kamu, biar tubuh enggak cuma terasa sehat, tapi juga benar-benar sehat dari dalam.


Bagikan Artikel Ini