Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Apa Itu Vaksin DBD dan Siapa yang Perlu Mendapatkannya?
Penyakit - 29 May 2025 Oleh Diaz
469 Kali DibacaDemam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Untuk mengurangi angka kejadian dan tingkat keparahan penyakit ini, pemerintah dan lembaga kesehatan terus mengembangkan berbagai langkah pencegahan, salah satunya adalah melalui vaksinasi.
Vaksin DBD adalah vaksin yang dirancang untuk melindungi individu dari infeksi virus dengue. Saat ini, salah satu vaksin yang telah mendapatkan persetujuan dan digunakan secara luas adalah vaksin Dengvaxia (CYD-TDV), yang diproduksi oleh Sanofi Pasteur. Vaksin ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap keempat serotip virus dengue (DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4), sehingga dapat mengurangi risiko terkena demam berdarah yang parah dan komplikasi serius lainnya.
Vaksin ini biasanya diberikan dalam tiga dosis dengan jarak waktu tertentu, dan efektivitasnya paling optimal jika diberikan kepada individu yang sudah pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya, karena dapat meningkatkan perlindungan dan mengurangi risiko penyakit berat.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan, merekomendasikan vaksin DBD terutama untuk kelompok tertentu, yaitu:
Anak-anak usia 9-45 tahun: Terutama yang tinggal di daerah endemis dengue. Vaksin ini dianjurkan diberikan kepada anak yang telah mengalami infeksi dengue sebelumnya, karena vaksin ini menunjukkan efektivitas terbaik pada individu yang pernah terinfeksi virus dengue.
Individu yang pernah terkena demam berdarah: Sebelum vaksinasi, biasanya dilakukan tes darah untuk memastikan apakah seseorang sudah pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya. Vaksin ini tidak dianjurkan untuk orang yang belum pernah terinfeksi karena risiko efek samping yang lebih tinggi.
Penduduk di daerah endemis dengue: Wilayah yang memiliki tingkat kejadian DBD yang tinggi akan menjadi prioritas utama dalam program vaksinasi.
Sebelum mendapatkan vaksin DBD, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Mereka akan melakukan penilaian kondisi kesehatan dan, jika diperlukan, tes darah untuk memastikan kesiapan vaksinasi. Vaksin ini tidak cocok untuk semua orang, terutama bagi yang memiliki alergi terhadap komponen vaksin atau kondisi medis tertentu.
Vaksin DBD merupakan salah satu langkah penting dalam pencegahan demam berdarah, terutama di daerah-daerah yang rawan. Namun, vaksin ini harus diimbangi dengan upaya lain seperti pengendalian nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, dan penggunaan kelambu agar perlindungan terhadap penyakit ini semakin maksimal. Dengan pemahaman yang tepat dan pelaksanaan vaksinasi yang sesuai rekomendasi, diharapkan angka kejadian DBD di Indonesia dapat berkurang secara signifikan.
Bagikan Artikel Ini