Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Apa sih hubungan GERD dan kecemasan itu?
Kesehatan - 23 Jun 2021 Oleh Diaz
4.538 Kali DibacaGERD (Gastroesofageal reflux Disease) merupakan penyakit kronik pada sistem pencernaan dimana terjadi aliran balik (refluks) asam lambung ke krongkonganyang melewati pintu bawah/klep kerongkongan. Hal ini terjadi karena klep kerongkongan tidak menutup dengan sempurna sehingga menyebabkan asam lambung keluar dan masuk kerongkongan. Kondisi tersebut ditandai dengan adanya keluhan heatrburn (dada terasa panas), sensasi sesak nafas, nyeri dada, bahkan nyeri tenggorokan hingga terasa seperti tercekik.
Cemas merupakan sebuah emosi antisipasi terhadap situasi yang mengancam seseorang dan membutuhkan respon “lawan” atau “lari”. perasaan cemas dapat membantu sesorang mengidentifikasi hal yang mengancam tersebut dan diharapkan dapat meresponnya secara tepat.Contohnya, sesorang akan merasa cemas jika menghadapi ujian, sebagai antisipasinya dia akan melakukan persiapan belajar dengan giat. Jadi, rasa cemas merupakan kondisi yang wajar dialami oleh manusia. Rasa cemas akan menjadi sebuah gangguan kecemasan jika terasa berlebihan dan muncul tanpa sebab yang jelas, serta terjadi dalam waktu berbulan-bulan.
Salah satu pencetus GERD adalah kecemasan. Ada juga penderita GERD yang sudah menghindari banyak faktor pencetus namun tetap mengalami GERD dalam waktu lama, bisa jadi faktor kecemasan memiliki peran terhadap kekambuhannya. GERD dan Anxiety itu bisa menjadi siklus yang berulang. Ketika penderita cemas, asam lambungnya meningkat dan melahirkan keluhan mirip serangan jantung seperti nyeri dada, yang akhirnya membuat si penderita semakin cemas lebih lanjut.
3 hal penting yang harus dilakukan untuk membantu mengelola kecemasan yang harus kita perhatikan untuk memutus rantai GERD dan kecemasan,selain ini adalah mengatur pola makan, menjaga pola hidup sehat, dan mengontrol pola pikir yang positif.
Hindari makanan yang merangsang pengeluaran pemicu asam lambung seperti cokelat, kafein (kopi dan teh), buah-buahan yang asam, makanan pedas, dan makanan berlemak. Dalam kondisi cemas, lambung lebih sensitif terhadap peningkatan asam lambung. Makanlah dengan porsi sedikit dan frekuensi sering.
Olahraga dapat membantu merilekskan otot-otot yang tegang dan melepaskan hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati. Olahraga juga dapat membantu menurunkan berat badan.
Memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Tidur adalah pereda stres alami dan mengurangi stres dapat menyebabkan tidur menjadi lebih baik. Posisikan kepala lebih tinggi dari perut agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.
Berlatih teknik relaksasi seperti relaksasi nafas atau otot, mengikuti olahraga pernafasan, yoga, tai chi, atau mendengarkan musik yang tenang. Melakukan hobi atau aktivitas yang menyenangkan, misalkan belajar menanam tanaman hias, mengurus hewan peliharaan, bernyanyi, melukis, menggambar
Melakukan hobi dan aktivitas baru yang menyenangkan seperti melukis, merawat tanaman atau hewan hias, atau belajar memainkan alat musik
Journalling /menulis diary merupakan salah satu kegiatan untuk mengelola kecemasan. Dengan menulis diari tanpa disadari dengan cara ini kita bisa mengidentifikasi hal-hal yang membuat kikta cemas. Buatlah prioritas kegiatan yang realistis. Belajar berkata tidak untuk hal-hal yang bukan termasuk dalam prioritas kita. Tak lupa juga untuk Membicarakan perasaan kita pada orang yang kita percayai.
Dengan mengetahui kapan dan dimana kita bisa mendapatkan penanganan profesional, maka kita akan mendapatkan penanganan yang tepat. Jadi, periksakan keluhan kesehatanmu sebaiknya jangan mendiagnosis sendiri.
Artikel ini dibuat oleh : dr. Mugi Restiana Utami, M.M.R.
Bagikan Artikel Ini