Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Awareness Pasca Lebaran: Cek Kolesterol, Gula Darah, dan Asam Urat

Medical Check Up - 2 Hari Lalu Oleh Diaz

7 Kali Dibaca

Family, cek kolesterol pasca Lebaran, cek gula darah setelah Lebaran, dan tes asam urat jadi langkah kecil yang sering disepelekan, padahal penting banget buat bantu tubuh “balik waras” setelah beberapa hari menikmati opor, rendang, sambal goreng, kue kering, minuman manis, dan camilan tanpa jam. Momen Lebaran memang penuh kehangatan, tapi pola makan yang berubah drastis sering bikin tubuh bekerja ekstra. Lemak jenuh dari santan, gula berlebih dari kue dan sirup, sampai makanan tinggi purin seperti jeroan atau daging merah bisa memicu lonjakan nilai lab tanpa kita sadari. Karena itu, awareness setelah Lebaran bukan soal takut sakit, tapi soal lebih peduli dan lebih cepat tahu kondisi tubuh sendiri.

Banyak orang merasa “aku masih sehat kok” hanya karena belum ada gejala. Padahal, kolesterol tinggi sering datang diam-diam. Gula darah juga bisa naik tanpa tanda yang jelas selain tubuh terasa cepat haus, gampang lelah, atau sering lapar. Sementara asam urat biasanya baru terasa saat sudah menyerang sendi dan bikin nyeri yang mengganggu aktivitas. Justru inilah alasan kenapa cek setelah Lebaran terasa relevan: tubuh mungkin masih terlihat baik-baik saja, tapi hasil lab bisa bercerita hal yang berbeda. Dengan tahu lebih awal, Family bisa langsung atur pola makan sebelum berubah jadi masalah jangka panjang.

Kolesterol jadi salah satu yang wajib dipantau setelah banyak makan bersantan dan gorengan. LDL atau kolesterol jahat bisa meningkat ketika asupan lemak jenuh berlebihan, apalagi kalau selama libur aktivitas fisik ikut menurun. Kalau dibiarkan, penumpukan kolesterol bisa berdampak ke kesehatan jantung dan pembuluh darah. Nggak harus menunggu pusing atau pegal-pegal dulu untuk cek, karena justru tes profil lipid jauh lebih membantu membaca risiko sebelum tubuh memberi alarm. Tes sederhana ini biasanya meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.

Selain itu, gula darah juga nggak kalah penting. Lebaran identik dengan nastar, kastengel, soda, teh manis, dan dessert yang kadang terus masuk tanpa sadar. Sekali dua kali mungkin terasa biasa, tapi kalau beberapa hari berturut-turut ditambah kurang tidur dan minim gerak, kadar glukosa bisa naik cukup signifikan. Cek gula darah puasa atau HbA1c bisa jadi gambaran yang lebih jelas apakah tubuh masih dalam batas aman atau mulai masuk fase prediabetes. Ini penting banget terutama buat Family yang punya riwayat diabetes di keluarga. WHO juga menekankan bahwa pola makan sehat, aktivitas fisik, dan skrining rutin adalah kunci mencegah diabetes tipe 2.

Nah, yang sering terlupakan adalah asam urat. Setelah makan sate, empal, seafood, jeroan, atau kuah kaldu pekat selama libur, kadar asam urat bisa ikut naik. Kalau tubuh kesulitan membuang sisa purin, kristal asam urat bisa menumpuk di sendi dan memicu nyeri, bengkak, atau rasa panas terutama di area kaki. Banyak yang baru sadar saat jempol kaki tiba-tiba sakit banget pas bangun tidur. Padahal, tes asam urat setelah Lebaran bisa bantu mencegah serangan itu datang tiba-tiba.

Yang paling penting, awareness ini bukan berarti setelah hasil bagus lalu balik kalap lagi. Justru hasil cek bisa jadi reminder untuk mulai kembali ke pola hidup seimbang: perbanyak air putih, kurangi makanan bersantan beberapa hari, tambah sayur dan buah, jalan kaki ringan, serta tidur cukup. Kadang tubuh cuma butuh sedikit perhatian supaya tetap fit setelah “kerja lembur” menghadapi menu Lebaran.

Kalau Family masih sering bilang “nanti aja ceknya kalau ada keluhan”, coba ubah mindset itu mulai sekarang. Lebih nyaman tahu lebih cepat daripada menunggu tubuh protes. Karena kesehatan yang terjaga setelah momen makan besar seperti Lebaran bukan cuma soal angka di hasil lab, tapi soal menjaga energi tetap optimal buat kembali beraktivitas, kerja, dan quality time bareng keluarga.


Bagikan Artikel Ini