Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
“Bau Mulut Saat Puasa: Penyebab dan Cara Mengatasinya”
Klinik Gigi - 4 Hari Lalu Oleh Diaz
38 Kali DibacaFam, pernah tidak sih lagi puasa, mulut terasa kering dan tiba tiba jadi tidak pede buat ngobrol dekat dekat? Tenang, kamu tidak sendirian. Bau mulut saat puasa adalah hal yang sangat umum terjadi dan sebenarnya bisa dijelaskan secara medis. Kondisi ini bukan karena puasanya salah, tapi lebih ke perubahan alami yang terjadi di tubuh ketika jam makan dan minum bergeser. Kabar baiknya, bau mulut saat puasa bisa dikendalikan bahkan dicegah kalau kita tahu penyebab dan cara mengatasinya.
Saat berpuasa, produksi air liur di dalam mulut menurun karena tidak ada asupan makanan dan minuman dalam waktu lama. Air liur ini punya peran penting untuk membersihkan sisa makanan dan bakteri di rongga mulut. Ketika air liur berkurang, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan gas sulfur yang menjadi sumber bau tidak sedap. Selain itu, tubuh yang sedang berpuasa juga menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Proses ini menghasilkan zat bernama keton yang bisa keluar melalui napas dan menimbulkan aroma khas yang sering disalahartikan sebagai bau mulut tidak sehat.
Penyebab lain yang sering luput disadari adalah kebersihan mulut yang kurang optimal. Banyak orang hanya menyikat gigi saat sahur dan lupa membersihkan lidah. Padahal, lidah adalah “rumah nyaman” bagi bakteri penyebab bau mulut. Sisa makanan dari malam hari yang tidak dibersihkan dengan baik juga bisa memperparah kondisi ini. Belum lagi kalau Fam punya gigi berlubang, karang gigi, atau radang gusi. Masalah gigi dan mulut seperti ini bisa membuat bau mulut terasa lebih kuat selama puasa.
Pola makan saat sahur dan berbuka juga berpengaruh besar. Makanan berbau tajam seperti bawang, jengkol, atau petai bisa meninggalkan aroma lebih lama di mulut. Konsumsi kopi berlebihan saat sahur juga bisa memperparah mulut kering. Ditambah lagi, kurang minum air putih di waktu berbuka hingga sahur membuat tubuh mengalami dehidrasi ringan, yang otomatis mengurangi produksi air liur.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Kuncinya ada di kebiasaan kecil yang konsisten. Pertama, pastikan Fam menyikat gigi dengan benar minimal dua kali sehari, yaitu setelah sahur dan sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride dan jangan terburu buru. Luangkan waktu untuk membersihkan lidah, baik dengan sikat gigi atau tongue scraper. Langkah sederhana ini sering kali memberikan perubahan besar pada aroma mulut.
Kedua, perhatikan asupan cairan. Terapkan pola minum air putih dari berbuka sampai sahur secara bertahap. Tidak harus banyak sekaligus, yang penting cukup dan merata. Air membantu menjaga kelembapan mulut dan mendukung produksi air liur. Jika memungkinkan, kurangi minuman berkafein karena sifatnya yang bisa memicu dehidrasi.
Ketiga, pilih makanan yang lebih ramah untuk mulut. Perbanyak buah dan sayur yang mengandung air seperti apel, pir, dan mentimun. Makanan ini membantu membersihkan permukaan gigi secara alami. Saat berbuka, seimbangkan makanan manis dengan makanan berserat agar sisa gula tidak terlalu lama menempel di gigi.
Keempat, jangan ragu untuk memeriksakan gigi secara rutin. Scaling atau pembersihan karang gigi tetap aman dilakukan saat puasa dan justru sangat dianjurkan. Karang gigi adalah salah satu penyebab utama bau mulut yang sering tidak disadari. Dengan kondisi mulut yang sehat, bau mulut saat puasa biasanya akan jauh berkurang.
Intinya, Fam, bau mulut saat puasa bukan sesuatu yang memalukan dan bukan pula tanda ibadah kita bermasalah. Ini hanyalah respons alami tubuh yang bisa dikelola dengan kebiasaan yang tepat. Dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, mengatur pola makan, serta memastikan tubuh cukup cairan, kamu bisa tetap nyaman berpuasa dan pede berinteraksi. Jangan lupa, senyum yang sehat selalu dimulai dari mulut yang terawat, bahkan di bulan puasa sekalipun.
Bagikan Artikel Ini