Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

“Dehidrasi Saat Puasa: Tanda, Dampak, dan Cara Mencegahnya”

Kesehatan - 4 Hari Lalu Oleh Diaz

12 Kali Dibaca

Fam, Family, pernah nggak sih lagi puasa tapi rasanya kepala berat, mulut kering, badan lemas, dan fokus buyar padahal belum waktu berbuka? Banyak orang langsung mikir, “Ah wajar, namanya juga puasa.” Padahal bisa jadi itu tanda dehidrasi saat puasa. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal kalau dibiarkan bisa berdampak ke banyak hal, dari produktivitas sampai kesehatan secara keseluruhan. Makanya penting banget buat kenal tanda-tandanya, paham dampaknya, dan tahu cara mencegahnya sejak awal.

Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama kurang lebih 12 sampai 14 jam, tergantung wilayah dan musim. Dalam kondisi normal saja, tubuh manusia sangat bergantung pada cairan untuk menjalankan fungsi vital seperti mengatur suhu tubuh, melancarkan peredaran darah, membantu pencernaan, dan menjaga kerja organ. Ketika cairan yang masuk lebih sedikit dari yang dibutuhkan, terjadilah dehidrasi saat puasa. Ini bukan cuma soal haus, tapi tentang keseimbangan cairan tubuh yang terganggu.

Tanda-tanda dehidrasi saat puasa sebenarnya cukup mudah dikenali kalau kita peka. Mulut dan bibir terasa sangat kering, urin berwarna kuning pekat dan jumlahnya lebih sedikit dari biasanya, badan terasa lemas, cepat capek, dan kadang disertai pusing atau sakit kepala. Pada beberapa orang, dehidrasi juga bisa bikin konsentrasi menurun, suasana hati jadi gampang berubah, bahkan muncul sembelit karena sistem pencernaan kekurangan cairan. Kalau sudah sampai tahap berat, bisa muncul jantung berdebar, kulit terasa kering dan kurang elastis, serta rasa ingin pingsan.

Dampak dehidrasi saat puasa nggak cuma dirasakan secara fisik, tapi juga memengaruhi aktivitas harian. Buat Family yang tetap kerja, belajar, atau harus banyak bergerak selama Ramadan, dehidrasi bisa menurunkan performa dan bikin aktivitas terasa dua kali lebih berat. Ibadah pun jadi kurang maksimal karena tubuh cepat lelah. Dalam jangka panjang, dehidrasi berulang bisa membebani ginjal, memicu gangguan pencernaan, dan memperburuk kondisi kesehatan tertentu seperti maag atau tekanan darah rendah.

Kabar baiknya, dehidrasi saat puasa sangat bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana, asal dilakukan konsisten. Kunci utamanya ada di pengaturan cairan saat sahur dan berbuka. Pola yang sering direkomendasikan adalah minum air putih secara bertahap, misalnya dua gelas saat berbuka, dua gelas setelah makan malam, dua gelas sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. Cara ini membantu tubuh menyerap cairan lebih optimal dibandingkan minum banyak sekaligus.

Selain jumlah, jenis minuman juga penting. Air putih tetap jadi pilihan terbaik. Minuman manis berlebihan, kopi, dan teh sebaiknya dibatasi karena bisa bersifat diuretik, alias membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kalau ingin variasi, Family bisa konsumsi air infused dengan potongan buah atau sup bening yang juga membantu menambah asupan cairan. Buah dan sayur dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, timun, dan jeruk juga bisa jadi andalan saat sahur dan berbuka.

Cara mencegah dehidrasi saat puasa juga erat kaitannya dengan pola makan. Makanan terlalu asin dan pedas bisa memicu rasa haus berlebih di siang hari. Jadi, ada baiknya mengurangi konsumsi makanan tersebut, terutama saat sahur. Pilih makanan yang seimbang antara karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat agar energi bertahan lebih lama dan tubuh tidak cepat kehilangan cairan.

Aktivitas fisik juga perlu disesuaikan. Olahraga tetap boleh saat puasa, tapi pilih intensitas ringan hingga sedang dan waktu yang tepat, seperti menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa. Hindari aktivitas berat di bawah terik matahari karena bisa mempercepat kehilangan cairan tubuh.

Intinya, puasa bukan alasan untuk mengabaikan kebutuhan cairan tubuh. Dengan strategi yang tepat, kita tetap bisa menjalani Ramadan dengan tubuh segar, ibadah lancar, dan aktivitas tetap jalan. Yuk, mulai lebih peduli sama sinyal tubuh sendiri. Karena menjaga dehidrasi saat puasa bukan cuma soal kuat menahan haus, tapi soal sayang sama kesehatan diri sendiri.


Bagikan Artikel Ini