Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Diabetes Tipe 1 : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengelolanya

Penyakit - 27 Oct 2023 Oleh Diaz

1.150 Kali Dibaca

Diabetes tipe 1 adalah salah satu jenis diabetes yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi akibat kurangnya produksi insulin oleh pankreas. Insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur metabolisme gula darah di dalam tubuh. Tanpa insulin, gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi, sehingga menumpuk di dalam darah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi juga dapat dialami oleh orang dewasa. Diabetes tipe 1 termasuk penyakit autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada diabetes tipe 1, sel-sel beta pankreas yang bertugas memproduksi insulin menjadi rusak akibat serangan sistem kekebalan tubuh.

Penyebab pasti dari diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes tipe 1 adalah:

  • Faktor genetik, yaitu adanya riwayat keluarga yang mengidap diabetes tipe 1 atau memiliki mutasi gen tertentu yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.
  • Faktor lingkungan, yaitu terpapar oleh virus atau bakteri tertentu yang dapat memicu reaksi autoimun pada pankreas, seperti enterovirus, virus Epstein-Barr, virus rubella, rotavirus, atau virus gondongan.
  • Faktor gaya hidup, yaitu mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, lemak, atau karbohidrat berlebihan, kurang berolahraga, stres, merokok, atau minum alkohol.

Gejala diabetes tipe 1 biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat berkembang dengan cepat. Beberapa gejala umum yang dapat dialami oleh penderita diabetes tipe 1 adalah:

  • Sering merasa haus dan kering di mulut
  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Sering merasa lapar dan lemas
  • Berat badan menurun secara drastis tanpa sebab yang jelas
  • Penglihatan kabur atau buram
  • Luka yang sulit sembuh atau mudah terinfeksi
  • Kulit kering atau gatal
  • Nyeri atau kesemutan pada kaki atau tangan

Jika tidak segera ditangani, diabetes tipe 1 dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan berbahaya, seperti:

  • Hipoglikemia, yaitu kondisi di mana kadar gula darah turun di bawah normal. Gejala hipoglikemia antara lain pusing, gemetar, berkeringat dingin, jantung berdebar, lapar, lemas, bingung, atau bahkan pingsan.
  • Hiperglikemia, yaitu kondisi di mana kadar gula darah naik di atas normal. Gejala hiperglikemia antara lain haus berlebihan, buang air kecil terus-menerus, mulut kering, sakit perut, mual, muntah, napas berbau aseton, atau bahkan koma.
  • Ketoasidosis diabetikum (KAD), yaitu kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi dan mulai membakar lemak. Hal ini menghasilkan asam keton yang dapat menurunkan pH darah dan menyebabkan asidosis. Gejala KAD antara lain napas cepat dan dalam, napas berbau aseton, dehidrasi, mual, muntah, sakit perut, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, atau bahkan koma.
  • Komplikasi jangka panjang (kronis), yaitu kerusakan pada organ-organ vital akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu lama. Komplikasi kronis antara lain retinopati (kerusakan pada mata), nefropati (kerusakan pada ginjal), neuropati (kerusakan pada saraf), kardiovaskular (kerusakan pada jantung dan pembuluh darah), atau gangren (kematian jaringan akibat infeksi).

Cara mengelola diabetes tipe 1 adalah dengan melakukan perubahan pola hidup yang sehat dan mengontrol kadar gula darah secara rutin. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh penderita diabetes tipe 1 adalah:

  • Mengonsumsi insulin sesuai dengan anjuran dokter. Insulin dapat diberikan melalui suntikan, pompa, atau inhaler. Jenis, dosis, dan frekuensi pemberian insulin harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi penderita.
  • Mengukur kadar gula darah secara teratur dengan menggunakan alat pengukur gula darah (glukometer). Hal ini penting untuk mengetahui apakah kadar gula darah sudah berada dalam rentang normal atau tidak. Jika terlalu tinggi atau terlalu rendah, penderita harus segera mengambil tindakan yang sesuai, seperti mengonsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu.
  • Mengatur pola makan yang seimbang dan bergizi. Penderita diabetes tipe 1 harus memperhatikan jumlah, jenis, dan waktu makan yang tepat. Makanan yang dikonsumsi harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang cukup. Hindari makanan yang mengandung gula, lemak, atau karbohidrat berlebihan, seperti kue, permen, gorengan, atau minuman bersoda.
  • Berolahraga secara teratur dan sesuai dengan kemampuan. Olahraga dapat membantu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, menjaga berat badan ideal, dan meningkatkan kesehatan jantung. Pilihlah jenis olahraga yang disukai dan sesuaikan dengan kondisi fisik. Sebelum dan sesudah berolahraga, periksa kadar gula darah dan konsumsi makanan atau minuman yang sesuai.
  • Menghindari stres dan merokok. Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Carilah cara untuk mengelola stres dengan baik, seperti meditasi, yoga, atau hobi. Jika sulit berhenti merokok, mintalah bantuan dari dokter atau konselor.

Diabetes tipe 1 adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan dengan cara yang tepat. Dengan melakukan perawatan yang baik dan menjalani gaya hidup sehat, penderita diabetes tipe 1 dapat hidup normal dan berkualitas.

Join NGARUMPI DI PARIS (Ngariung Mungpulung Parios Panyawat Kronis - Diabetes Hipertensi, Asma PPOK) di Klinik Keluarga. Menumbuhkan spirit untuk sehat bagi para penyandang penyakit kronis dengan kehangatan dan kebahagiaan bersama keluarga.

Sumber:

: What is Type 1 diabetes and its possible symptoms...

: Diabetes Tipe 1 - Gejala, Penyebab...

: Diabetes Tipe 1 - Gejala, Penyebab...

: Gejala Diabetes Tipe 1 - Alodokter


Bagikan Artikel Ini