Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Dosis Aman Obat Antihistamin untuk Anak
Kesehatan - 26 Oct 2024 Oleh Diaz
2.751 Kali DibacaObat antihistamin sering digunakan untuk mengatasi gejala alergi, seperti hidung tersumbat, bersin, dan gatal-gatal. Namun, dosis yang tepat sangat penting, terutama untuk anak-anak, agar obat dapat memberikan manfaat tanpa menimbulkan efek samping. Artikel ini akan membahas dosis aman antihistamin untuk anak, jenis antihistamin yang umum digunakan, serta tips penggunaan yang perlu diperhatikan.
Antihistamin dibagi menjadi dua kategori utama:
Antihistamin Generasi Pertama: Seperti diphenhydramine (Benadryl), chlorpheniramine, dan brompheniramine. Antihistamin ini sering menyebabkan kantuk, sehingga umumnya digunakan saat malam hari.
Antihistamin Generasi Kedua: Seperti cetirizine (Zyrtec), loratadine (Claritin), dan fexofenadine (Allegra). Jenis ini cenderung tidak menyebabkan kantuk dan lebih cocok untuk penggunaan siang hari.
Berikut adalah dosis umum antihistamin berdasarkan usia anak:
Diphenhydramine:
Cetirizine:
Loratadine:
Fexofenadine:
Dosis ini dapat bervariasi tergantung pada bentuk sediaan (tablet, sirup, atau chewable), jadi penting untuk membaca label dengan cermat dan mengikuti petunjuk.
Sebelum memberikan antihistamin kepada anak, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker. Mereka dapat memberikan rekomendasi dosis yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan anak dan riwayat alergi. Menggunakan obat tanpa konsultasi dapat berisiko, terutama pada anak-anak yang memiliki masalah kesehatan tertentu.
Beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan antihistamin antara lain:
Jika anak mengalami efek samping yang serius atau tidak biasa, segera hubungi dokter.
Memberikan obat antihistamin kepada anak memerlukan perhatian khusus terhadap dosis dan cara penggunaannya. Dengan memahami dosis aman dan berkonsultasi dengan tenaga medis, Anda dapat membantu mengatasi gejala alergi pada anak dengan lebih efektif. Selalu prioritaskan kesehatan dan keselamatan anak saat memberikan obat.
Bagikan Artikel Ini