Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Gejala dan Pengobatan Penyakit Kolesterol

Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS - 17 May 2025 Oleh Diaz

412 Kali Dibaca

Penyakit kolesterol adalah kondisi yang terjadi ketika kadar kolesterol dalam darah meningkat melebihi batas normal, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan stroke. Kolesterol sendiri adalah zat lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel dan memproduksi hormon, namun jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak yang menghambat aliran darah.

Gejala penyakit kolesterol seringkali tidak langsung terlihat karena kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan dan tanpa tanda yang jelas. Namun, jika plak kolesterol sudah cukup parah, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memicu gejala seperti nyeri dada (angina), sesak napas, dan kelelahan saat beraktivitas. Pada kasus yang lebih serius, kolesterol tinggi dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke yang gejalanya meliputi nyeri dada hebat, kesulitan berbicara, kelemahan pada satu sisi tubuh, dan pingsan.

Penyebab utama peningkatan kolesterol adalah pola makan yang tidak sehat, terutama konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan trans, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, serta faktor genetik. Selain itu, kondisi medis seperti diabetes, hipotiroidisme, dan penyakit ginjal juga dapat memengaruhi kadar kolesterol. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga berkontribusi pada peningkatan risiko kolesterol tinggi.

Pengobatan penyakit kolesterol melibatkan perubahan gaya hidup dan, jika diperlukan, penggunaan obat-obatan. Perubahan gaya hidup yang dianjurkan meliputi mengonsumsi makanan sehat rendah lemak jenuh dan kolesterol, seperti buah, sayur, biji-bijian, dan ikan berlemak. Rutin berolahraga minimal 30 menit sehari juga sangat penting untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Menghindari rokok dan mengurangi konsumsi alkohol juga sangat dianjurkan.

Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin, fibrat, atau inhibitor penyerapan kolesterol. Penggunaan obat harus sesuai dengan anjuran dokter dan diikuti dengan pemeriksaan rutin untuk memantau efektivitas pengobatan dan mencegah efek samping.

Mendeteksi kolesterol tinggi sejak dini sangat penting karena penyakit ini seringkali tidak menunjukkan gejala sampai terjadi komplikasi serius. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, atau penyakit penyerta.

Dengan memahami gejala dan penyebab penyakit kolesterol serta melakukan pengobatan yang tepat, risiko komplikasi serius dapat diminimalkan sehingga kesehatan jantung dan pembuluh darah tetap terjaga dengan baik.


Bagikan Artikel Ini