Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Gejala dan Penyebab Penyakit Demam Berdarah
Kesehatan - 26 May 2025 Oleh Diaz
541 Kali DibacaPenyakit demam berdarah adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini sering terjadi di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, dan dapat menimbulkan gejala yang cukup serius jika tidak ditangani dengan baik. Gejala demam berdarah biasanya muncul setelah masa inkubasi sekitar 4-10 hari setelah terinfeksi nyamuk. Gejala awal yang paling umum adalah demam tinggi mendadak yang bisa mencapai 39-40 derajat Celsius dan berlangsung selama 2-7 hari. Selain demam, penderita juga sering mengalami nyeri kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta rasa lelah yang luar biasa.
Selain itu, gejala lain yang sering muncul adalah mual, muntah, dan ruam merah pada kulit yang biasanya muncul setelah demam mulai turun. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami perdarahan ringan seperti mimisan, gusi berdarah, atau mudah memar. Gejala ini menandakan adanya gangguan pada pembekuan darah yang merupakan ciri khas dari demam berdarah. Jika tidak segera ditangani, demam berdarah dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah yang dikenal sebagai demam berdarah dengue berat atau dengue hemorrhagic fever, yang ditandai dengan kebocoran plasma darah, penurunan jumlah trombosit secara drastis, dan gangguan fungsi organ yang bisa berujung pada kematian.
Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue yang memiliki empat tipe berbeda (DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4). Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes yang aktif menggigit pada pagi dan sore hari. Faktor risiko penularan meningkat di daerah dengan sanitasi buruk, genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, dan kepadatan penduduk yang tinggi. Selain itu, seseorang yang pernah terinfeksi salah satu tipe virus dengue memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi ulang dengan tipe virus lain yang dapat menyebabkan gejala lebih berat.
Pengobatan demam berdarah pada dasarnya bersifat suportif karena belum ada obat antivirus khusus untuk virus dengue. Penanganan utama adalah menjaga hidrasi dengan minum cairan yang cukup, istirahat yang cukup, dan mengontrol demam dengan obat penurun panas seperti parasetamol. Penting untuk menghindari obat-obatan yang dapat memperburuk perdarahan seperti aspirin atau ibuprofen. Pada kasus yang berat, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit untuk pemantauan ketat dan penanganan komplikasi seperti transfusi darah.
Pencegahan demam berdarah sangat penting dilakukan dengan cara mengurangi populasi nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi membersihkan dan menguras tempat penampungan air secara rutin, menggunakan kelambu atau obat nyamuk, serta memakai pakaian yang menutupi kulit saat berada di luar ruangan. Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini.
Dengan mengenali gejala dan penyebab demam berdarah serta melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat, risiko komplikasi serius dapat diminimalkan. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala demam berdarah, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat agar proses pemulihan berjalan optimal.
Bagikan Artikel Ini