Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Gejala dan Penyebab Penyakit Hepatitis

Kesehatan - 12 May 2025 Oleh Diaz

279 Kali Dibaca

Penyakit hepatitis adalah kondisi peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Hepatitis bisa bersifat akut (jangka pendek) maupun kronis (jangka panjang), dan gejalanya bisa bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Pada tahap awal, hepatitis sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga sulit dideteksi. Namun, beberapa gejala awal yang mungkin muncul meliputi rasa sakit atau tidak nyaman di bagian atas perut, terutama di area hati, mual dan kehilangan nafsu makan, kelelahan dan rasa tidak enak badan secara umum, serta demam ringan terutama jika hepatitis disebabkan oleh infeksi virus.

Jika hepatitis berkembang menjadi lebih parah atau menjadi kronis, gejala yang lebih spesifik dapat muncul seperti penyakit kuning (jaundice) yang ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kuning akibat penumpukan bilirubin, urine berwarna gelap dan tinja berwarna pucat atau seperti tanah liat, gatal-gatal pada kulit, kebingungan, disorientasi, atau rasa kantuk berlebihan yang merupakan tanda gangguan fungsi otak akibat kerusakan hati (ensefalopati hepatik), penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta nyeri sendi dan kelemahan otot. Perlu dicatat bahwa pada beberapa jenis hepatitis, seperti hepatitis B dan C, banyak orang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal infeksi sehingga penyakit dapat berkembang tanpa disadari.

Hepatitis dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang utama dibagi menjadi beberapa kategori. Pertama, infeksi virus hepatitis yang merupakan penyebab paling umum, meliputi virus hepatitis A, B, C, D, dan E, yang masing-masing memiliki cara penularan dan karakteristik berbeda. Selain itu, virus Epstein-Barr (EBV) dan Cytomegalovirus (CMV) juga dapat menyebabkan hepatitis, terutama pada individu dengan sistem imun yang lemah. Virus-virus ini menyerang dan merusak sel-sel hati, menyebabkan peradangan dan gangguan fungsi hati.

Kedua, hepatitis toksik yang terjadi akibat paparan racun atau zat kimia berbahaya seperti obat-obatan tertentu (misalnya overdosis parasetamol), suplemen atau herbal yang tidak tepat penggunaan, paparan bahan kimia industri, atau keracunan jamur beracun. Ketiga, hepatitis alkoholik yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka waktu lama atau binge drinking yang dapat merusak sel hati dan memicu peradangan. Keempat, hepatitis metabolik yang berhubungan dengan gangguan metabolisme seperti penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD), obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya yang menyebabkan peradangan hati yang dikenal sebagai steatohepatitis metabolik.

Selain itu, penyebab lain hepatitis termasuk reaksi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel hati, penyakit genetik seperti hemokromatosis dan penyakit Wilson, serta infeksi bakteri atau parasit tertentu.

Hepatitis dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan hati, sirosis, gagal hati, kanker hati, dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Penularan virus hepatitis B, C, dan D biasanya melalui darah, cairan tubuh, atau hubungan seksual, sedangkan hepatitis A dan E biasanya menular melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Oleh karena itu, diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan hati yang lebih parah.

Penyakit hepatitis adalah kondisi peradangan hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari infeksi virus, paparan racun, konsumsi alkohol, hingga gangguan metabolik. Gejalanya bisa ringan hingga berat, dan sering kali sulit dikenali pada tahap awal. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda awal dan melakukan pemeriksaan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan. Penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius dan menjaga kesehatan hati Anda.


Bagikan Artikel Ini