Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Glaukoma - Gejala, Penyebab, dan Mengobati

Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS - 21 Oct 2024 Oleh Diaz

1.996 Kali Dibaca

Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai dengan kerusakan saraf optik, yang sering kali disebabkan oleh tekanan intraokular (tekanan dalam mata) yang tinggi. Penyakit ini adalah penyebab utama kebutaan yang tidak dapat disembuhkan, namun deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat membantu memperlambat atau mencegah kehilangan penglihatan lebih lanjut. Artikel ini akan membahas secara rinci gejala, penyebab, dan cara mengobati glaukoma.

Gejala Glaukoma

Gejala glaukoma bervariasi tergantung pada jenis glaukoma dan tahap perkembangan penyakitnya. Ada dua jenis utama glaukoma, yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup, yang masing-masing memiliki gejala berbeda.

  1. Gejala Glaukoma Sudut Terbuka (Glaukoma Kronis)
    Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Penderita mungkin tidak menyadari adanya masalah penglihatan sampai penyakit telah mencapai tahap lanjut. Gejala yang umum meliputi:
    • Kehilangan penglihatan perifer (sisi) secara bertahap.
    • Pada tahap lanjut, penglihatan semakin menyempit hingga akhirnya hanya tersisa penglihatan sentral (seperti melihat melalui terowongan).
  2. Gejala Glaukoma Sudut Tertutup (Glaukoma Akut)
    Jenis glaukoma ini berkembang secara tiba-tiba dan merupakan kondisi darurat medis. Gejalanya termasuk:
    • Nyeri mata yang parah.
    • Penglihatan kabur atau adanya lingkaran cahaya (halos) di sekitar lampu.
    • Kemerahan pada mata.
    • Sakit kepala hebat.
    • Mual dan muntah.

Jika mengalami gejala glaukoma sudut tertutup, segera cari perawatan medis karena penundaan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Penyebab Glaukoma

Penyebab utama glaukoma adalah meningkatnya tekanan intraokular. Tekanan ini terjadi ketika cairan yang normalnya mengalir di dalam mata (disebut aqueous humor) tidak dapat keluar dengan baik, sehingga menyebabkan penumpukan dan tekanan pada saraf optik. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya glaukoma antara lain:

  1. Keturunan
    Glaukoma sering kali diturunkan dalam keluarga. Jika ada anggota keluarga yang menderita glaukoma, risiko Anda terkena penyakit ini lebih tinggi.

  2. Usia
    Orang yang berusia di atas 60 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan glaukoma.

  3. Tekanan intraokular tinggi
    Tekanan mata yang lebih tinggi dari normal meningkatkan risiko kerusakan saraf optik.

  4. Penyakit mata lainnya
    Beberapa kondisi mata lain, seperti miopi tinggi atau cedera mata, dapat meningkatkan risiko glaukoma.

  5. Masalah kesehatan lainnya
    Diabetes, hipertensi, dan masalah kardiovaskular juga dapat meningkatkan risiko glaukoma.

  6. Penggunaan obat kortikosteroid
    Penggunaan obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dalam jangka panjang, terutama dalam bentuk tetes mata, dapat meningkatkan risiko tekanan intraokular yang tinggi.

Cara Mengobati Glaukoma

Pengobatan glaukoma bertujuan untuk mengurangi tekanan intraokular agar tidak semakin merusak saraf optik dan mencegah kehilangan penglihatan lebih lanjut. Metode pengobatan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan glaukoma. Beberapa opsi pengobatan yang umum digunakan meliputi:

  1. Obat tetes mata
    Pengobatan awal glaukoma sering kali dimulai dengan obat tetes mata. Tetes mata ini membantu mengurangi tekanan intraokular dengan menurunkan produksi cairan dalam mata atau meningkatkan aliran keluarnya. Penggunaan tetes mata ini harus dilakukan secara teratur sesuai anjuran dokter.

  2. Obat oral
    Jika tetes mata tidak cukup efektif, dokter mungkin meresepkan obat oral untuk membantu menurunkan tekanan intraokular. Obat-obatan ini bekerja dengan cara mengurangi produksi cairan dalam mata.

  3. Prosedur laser
    Pada beberapa kasus, prosedur laser seperti trabekuloplasti laser atau iridotomi laser dapat dilakukan untuk memperbaiki aliran cairan dalam mata. Ini biasanya dilakukan untuk penderita glaukoma sudut terbuka atau sudut tertutup yang tidak merespons dengan baik terhadap obat.

  4. Operasi pembedahan
    Jika obat-obatan dan prosedur laser tidak efektif, operasi pembedahan mungkin diperlukan untuk menciptakan saluran baru untuk mengalirkan cairan mata. Beberapa jenis operasi glaukoma termasuk trabekulektomi dan implantasi shunt glaukoma.

  5. Pemantauan rutin
    Glaukoma adalah penyakit yang membutuhkan pemantauan jangka panjang. Meskipun pengobatan dapat membantu memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit, penglihatan yang sudah hilang akibat glaukoma tidak bisa dipulihkan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur untuk memastikan tekanan mata terkontrol.

Pencegahan Glaukoma

Karena kerusakan saraf optik akibat glaukoma tidak bisa diperbaiki, deteksi dini sangat penting. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencegah atau memperlambat perkembangan glaukoma:

  1. Pemeriksaan mata secara rutin
    Pemeriksaan mata teratur sangat penting, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena glaukoma. Pemeriksaan ini biasanya mencakup pengukuran tekanan intraokular dan pemeriksaan saraf optik.

  2. Penggunaan pelindung mata
    Cedera mata dapat menyebabkan glaukoma, jadi penting untuk melindungi mata dari cedera fisik saat bekerja atau berolahraga.

  3. Mengelola kondisi kesehatan lainnya
    Jika Anda memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau masalah kardiovaskular, mengelola kondisi tersebut dengan baik dapat membantu mengurangi risiko glaukoma.

  4. Hindari penggunaan obat kortikosteroid tanpa pengawasan dokter
    Jika Anda memerlukan penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, pastikan untuk memantau kesehatan mata secara berkala dengan dokter mata.

Glaukoma adalah penyakit mata yang serius yang dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani dengan baik. Deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin sangat penting untuk mencegah kerusakan penglihatan permanen. Jika didiagnosis dengan glaukoma, pengobatan yang tepat dan pemantauan yang rutin dapat membantu mengelola penyakit ini dan memperlambat perkembangannya. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter mata jika Anda merasakan gejala yang mencurigakan atau memiliki faktor risiko glaukoma.


Bagikan Artikel Ini