Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Kanker Payudara - Gejala, Penyebab, dan Mengobati

Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS - 26 Aug 2024 Oleh Diaz

872 Kali Dibaca

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling umum di kalangan wanita di seluruh dunia. Meskipun kanker payudara dapat mempengaruhi pria, kasusnya jauh lebih jarang dibandingkan pada wanita. Artikel ini akan membahas gejala, penyebab, dan metode pengobatan kanker payudara untuk membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang penyakit ini.

Gejala Kanker Payudara

Gejala kanker payudara bisa bervariasi dan tidak selalu menunjukkan penyakit ini. Beberapa gejala umum yang mungkin muncul meliputi:

  1. Benjolan atau Massa di Payudara:

    • Benjolan di payudara atau kelenjar getah bening di sekitar payudara sering kali merupakan gejala pertama yang dirasakan. Benjolan ini mungkin keras, tidak nyeri, dan tidak bergerak.
  2. Perubahan Bentuk atau Ukuran Payudara:

    • Payudara yang mengalami perubahan bentuk atau ukuran, termasuk penurunan atau pembengkakan yang tidak normal, bisa menjadi tanda kanker.
  3. Perubahan pada Kulit Payudara:

    • Kulit payudara yang menjadi kemerahan, mengkerut, atau seperti kulit jeruk dapat menunjukkan adanya masalah.
  4. Pelepasan Cairan dari Nipple:

    • Cairan yang keluar dari nipple, terutama jika berwarna merah, coklat, atau tidak normal, bisa menjadi tanda kanker payudara.
  5. Nyeri di Payudara atau Puting Susu:

    • Meskipun tidak selalu, nyeri di payudara atau puting susu bisa menjadi gejala kanker payudara, terutama jika nyeri tersebut tidak hilang.
  6. Perubahan pada Puting Susu:

    • Puting susu yang tenggelam atau terbalik, atau yang mengalami iritasi atau luka yang tidak sembuh, bisa menjadi indikasi masalah.

Penyebab Kanker Payudara

Penyebab pasti kanker payudara belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan kanker payudara meliputi:

  1. Faktor Genetik:

    • Mutasi genetik seperti BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko kanker payudara secara signifikan. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium juga dapat berkontribusi pada risiko.
  2. Usia:

    • Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Mayoritas kasus kanker payudara terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun.
  3. Faktor Hormon:

    • Paparan estrogen yang tinggi, baik dari terapi hormon atau menstruasi awal dan menopause terlambat, dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  4. Gaya Hidup:

    • Kebiasaan seperti konsumsi alkohol berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat dapat berkontribusi pada peningkatan risiko kanker payudara.
  5. Riwayat Kesehatan Pribadi:

    • Wanita yang pernah mengalami kanker payudara atau kondisi payudara lainnya memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara lagi.
  6. Radioterapi:

    • Paparan radiasi ke dada pada usia muda, misalnya sebagai bagian dari pengobatan kanker lain, dapat meningkatkan risiko kanker payudara di kemudian hari.

Pengobatan Kanker Payudara

Pengobatan kanker payudara bergantung pada stadium kanker, jenis kanker, dan kondisi kesehatan umum pasien. Metode pengobatan utama meliputi:

  1. Pembedahan:

    • Lumpektomi: Mengangkat tumor dan sebagian kecil jaringan di sekitarnya.
    • Mastektomi: Mengangkat sebagian atau seluruh payudara, tergantung pada ukuran dan lokasi tumor.
  2. Kemoterapi:

    • Penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker yang mungkin telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kemoterapi dapat diberikan sebelum atau setelah pembedahan.
  3. Radioterapi:

    • Terapi radiasi untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa setelah pembedahan atau untuk mengurangi ukuran tumor sebelum pembedahan.
  4. Terapi Hormon:

    • Digunakan untuk mengobati kanker payudara yang hormon-reseptor positif. Obat-obatan seperti tamoxifen atau aromatase inhibitors dapat membantu mengurangi pengaruh estrogen pada sel kanker.
  5. Terapi Target:

    • Pengobatan yang menargetkan protein atau jalur spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan kanker. Contoh terapi target termasuk trastuzumab (Herceptin) untuk kanker payudara HER2-positif.
  6. Imunoterapi:

    • Terapi yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Ini masih dalam tahap pengembangan untuk kanker payudara, tetapi menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Pencegahan dan Deteksi Dini

  • Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI): Melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin untuk mendeteksi perubahan atau benjolan sejak dini.
  • Mamografi: Pemeriksaan mamografi secara teratur, terutama bagi wanita berusia di atas 40 tahun, dapat membantu mendeteksi kanker payudara pada tahap awal.
  • Konsultasi Genetik: Bagi mereka dengan riwayat keluarga kanker payudara, konsultasi genetik dapat membantu menilai risiko dan menentukan langkah-langkah pencegahan.

Kanker payudara adalah penyakit serius yang memerlukan perhatian medis segera. Mengetahui gejala, faktor risiko, dan metode pengobatan dapat membantu dalam mendeteksi kanker payudara sejak dini dan meningkatkan peluang kesembuhan. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau memiliki faktor risiko, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Dengan pemantauan dan penanganan yang tepat, banyak pasien kanker payudara dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif.


Bagikan Artikel Ini