Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Kebiasaan Buruk yang Meningkatkan Risiko Diabetes: Apa yang Perlu Diketahui?

Penyakit - 17 Dec 2024 Oleh Diaz

824 Kali Dibaca

Diabetes menjadi salah satu penyakit kronis yang semakin mengkhawatirkan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data dari World Health Organization (WHO), jumlah penderita diabetes terus meningkat setiap tahun. Salah satu penyebab utama meningkatnya prevalensi penyakit ini adalah kebiasaan buruk yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.

1. Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan obesitas, yang merupakan faktor risiko utama diabetes tipe 2. Makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan tak sehat sering kali menjadi pilihan sehari-hari bagi banyak orang. Kurangnya asupan sayuran dan buah-buahan juga dapat memperburuk keadaan, karena serat dan nutrisi penting yang diperlukan tubuh tidak terpenuhi.

2. Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup yang sedentari atau kurangnya aktivitas fisik adalah kebiasaan buruk lain yang berkontribusi pada risiko diabetes. Banyak orang menghabiskan waktu berlama-lama di depan layar komputer atau televisi, sehingga mengurangi kesempatan untuk bergerak. Aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan, bersepeda, atau berolahraga, dapat membantu menjaga berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin.

3. Kebiasaan Merokok

Merokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan risiko diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan non-perokok. Zat-zat berbahaya dalam rokok dapat merusak sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.

4. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes. Meskipun konsumsi alkohol dalam jumlah moderat dapat memiliki manfaat kesehatan, tetapi kebiasaan minum yang berlebihan justru dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk gangguan metabolisme dan peningkatan berat badan.

5. Kurang Tidur

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan, termasuk dalam pengaturan kadar gula darah. Kurang tidur dapat mempengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme, sehingga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes.

Kesimpulan

Pencegahan diabetes harus dimulai dengan perubahan kebiasaan sehari-hari. Memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan adalah langkah-langkah nyata untuk mengurangi risiko penyakit ini. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk lebih sadar akan pentingnya mengadopsi gaya hidup sehat demi kesehatan yang lebih baik di masa depan.

Melawan kebiasaan buruk membutuhkan komitmen dan kesadaran, namun manfaatnya sangat besar bagi kesehatan jangka panjang. Mari bersama-sama wujudkan generasi yang lebih sehat dan terhindar dari diabetes!


Bagikan Artikel Ini