Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Kesalahan Pola Makan yang Sering Diabaikan dalam Kehidupan Sehari-hari
Kesehatan - 4 Hari Lalu Oleh Diaz
9 Kali DibacaHai Fam, pernah nggak sih merasa sudah makan “cukup”, tapi badan gampang capek, perut sering nggak enak, atau malah berat badan naik pelan-pelan tanpa sadar? Nah, sering kali penyebabnya bukan karena kita kurang makan, tapi karena kesalahan pola makan yang sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pola ini kelihatannya sepele, dilakukan hampir semua orang, dan terasa normal. Padahal, kalau dibiarkan terus-menerus, efeknya bisa panjang ke kesehatan tubuh.
Salah satu kesalahan paling umum adalah melewatkan sarapan. Banyak Family yang berpikir, “Nanti aja makannya, sekalian siang.” Padahal, sarapan berfungsi sebagai starter energi setelah tubuh puasa semalaman. Tanpa sarapan, tubuh justru cenderung mencari energi instan di jam berikutnya, biasanya lewat camilan manis atau kopi berlebihan. Akibatnya, gula darah naik-turun nggak stabil dan rasa lapar datang lebih agresif di siang hari.
Kesalahan berikutnya yang sering dianggap remeh adalah terlalu mengandalkan rasa kenyang, bukan kualitas makanan. Perut kenyang belum tentu tubuh tercukupi gizinya. Makan mi instan dengan nasi memang bikin kenyang, tapi kandungan protein, serat, vitamin, dan mineralnya minim. Dalam jangka panjang, pola ini bisa bikin tubuh kekurangan zat gizi penting walaupun porsi makan terlihat “banyak”.
Fam juga mungkin sering makan sambil distraksi. Entah itu sambil scroll HP, nonton, atau kerja. Kebiasaan ini bikin kita nggak sadar seberapa banyak makanan yang masuk. Otak terlambat menerima sinyal kenyang, akhirnya makan berlebihan tanpa terasa. Selain itu, makan tanpa fokus juga membuat proses pencernaan kurang optimal karena tubuh tidak berada dalam kondisi rileks saat menerima makanan.
Kesalahan pola makan yang sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari lainnya adalah kurang minum air putih. Banyak orang baru minum saat benar-benar haus, padahal rasa haus adalah tanda awal tubuh mulai kekurangan cairan. Dehidrasi ringan saja sudah bisa menyebabkan lemas, sulit konsentrasi, dan sering disalahartikan sebagai rasa lapar. Akhirnya, bukannya minum, kita malah nambah porsi makan.
Masalah jam makan juga sering disepelekan. Makan terlalu malam, dengan porsi besar, lalu langsung tidur, menjadi kebiasaan yang dianggap wajar. Padahal, tubuh butuh waktu untuk mencerna. Ketika sistem pencernaan masih bekerja keras saat kita tidur, kualitas istirahat bisa menurun dan metabolisme jadi kurang optimal. Dalam jangka panjang, pola ini bisa berkontribusi pada gangguan pencernaan dan peningkatan berat badan.
Kesalahan lain yang jarang disadari adalah terlalu sering “menghibur diri” dengan makanan. Stres, bosan, capek, atau sedih sering dilampiaskan dengan ngemil. Emotional eating ini pelan-pelan membentuk hubungan yang tidak sehat dengan makanan. Makan bukan lagi soal kebutuhan tubuh, tapi pelarian emosi. Kalau terus dibiarkan, kita jadi sulit mengenali sinyal lapar dan kenyang yang sebenarnya.
Banyak Family juga menganggap semua makanan rumahan pasti sehat. Padahal, cara pengolahan sangat berpengaruh. Terlalu sering menggoreng, penggunaan gula dan garam berlebihan, atau porsi lauk yang tidak seimbang dengan sayur bisa membuat makanan rumahan tetap berisiko jika tidak dikontrol. Sehat bukan hanya soal “masak sendiri”, tapi juga komposisi dan cara memasaknya.
Kesalahan berikutnya adalah menganggap sayur dan buah sebagai pelengkap, bukan kebutuhan utama. Akibatnya, porsinya sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali. Padahal, serat dari sayur dan buah penting untuk pencernaan, mengontrol gula darah, dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Kurang serat sering jadi penyebab sembelit dan rasa lapar yang cepat datang kembali.
Fam, memperbaiki pola makan tidak harus langsung ekstrem. Justru perubahan kecil yang konsisten jauh lebih berdampak. Mulai dari sarapan sederhana, minum air putih lebih cukup, mengurangi distraksi saat makan, sampai lebih sadar memilih makanan. Dengan mengenali kesalahan pola makan yang sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa lebih peka terhadap kebutuhan tubuh sendiri dan membangun kebiasaan yang lebih sehat secara perlahan tapi nyata.
Bagikan Artikel Ini