Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Meningkatnya Kasus GERD di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?
Kesehatan - 13 Nov 2024 Oleh Diaz
5.123 Kali DibacaPenyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) semakin menjadi perhatian di Indonesia, dengan angka kasus yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan studi terbaru, diperkirakan bahwa sekitar 10-20% populasi dewasa di Indonesia mengalami gejala GERD secara teratur.
GERD adalah kondisi di mana asam lambung mengalir kembali ke esofagus, yang dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti heartburn (nyeri dada akibat asam lambung), regurgitasi, kesulitan menelan, dan bahkan batuk kronis. Penyakit ini dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus GERD di Indonesia antara lain:
1. Perubahan Pola Makan: Dengan gaya hidup modern, kebiasaan makan cepat saji yang tinggi lemak dan gula telah menjadi hal biasa, yang dapat memperburuk gejala GERD.
2. Stres: Tingkat stres yang tinggi akibat tekanan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari diketahui dapat memicu peningkatan gejala GERD.
3. Obesitas: Peningkatan angka kasus obesitas juga berkorelasi dengan meningkatnya gejala GERD, karena tekanan pada perut dapat berkontribusi pada refluks asam.
4. Kurangnya Olahraga: Banyak masyarakat yang kurang aktif secara fisik, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan meningkatkan risiko GERD.
Gejala GERD dapat bervariasi, tetapi beberapa yang paling umum meliputi:
- Nyeri dada dan sensasi terbakar
- Regurgitasi makanan atau cairan asam
- Kesulitan menelan
- Batuk kering dan tenggorokan gatal
Diagnosis GERD sering dilakukan melalui riwayat medis dan pemeriksaan fisik, namun dokter mungkin juga merekomendasikan tes tambahan seperti endoskopi untuk menilai kerusakan pada esofagus.
Pengobatan GERD biasanya melibatkan perubahan gaya hidup dan penggunaan obat-obatan. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengelola gejala GERD:
1. Perubahan Diet: Menghindari makanan pemicu seperti makanan berlemak, coklat, kopi, dan minuman berkarbonasi.
2. Penurunan Berat Badan: Bagi mereka yang sudah mengalami obesitas, menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi gejala.
3. Berhenti Merokok dan Mengurangi Alkohol: Kedua kebiasaan ini dapat memperburuk gejala GERD.
4. Obat-obatan: Penggunaan antasida, penghambat pompa proton, dan obat lainnya yang diresepkan dokter.
5. Peningkatan Posisi Tidur: Tidur dengan kepala lebih tinggi dapat membantu mencegah refluks saat tidur.
Menurut para ahli, penting bagi masyarakat untuk lebih memahami gejala dan penyebab GERD, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Jika mengalami gejala yang mengganggu, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk penanganan yang tepat. Dengan perubahan gaya hidup dan pengelolaan yang baik, banyak pasien GERD dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan pencernaan mereka, guna mengurangi risiko terkena GERD dan komplikasinya.
Bagikan Artikel Ini