Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Mitigasi Risiko Penyakit: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berpuasa?

Kesehatan - 22 Mar 2025 Oleh Diaz

590 Kali Dibaca

Puasa, yang sering dianggap sebagai praktik spiritual dan ritual keagamaan, ternyata juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian ilmiah semakin menunjukkan bahwa puasa dapat berperan penting dalam mitigasi risiko penyakit dan meningkatkan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Artikel ini akan membahas bagaimana puasa mempengaruhi tubuh dan apa manfaat kesehatan yang dihasilkannya.

Pemahaman Dasar Tentang Puasa

Puasa adalah praktik menahan diri dari makanan dan minuman untuk jangka waktu tertentu. Ini bisa dilakukan secara religius, seperti selama bulan Ramadhan, atau dalam bentuk puasa intermittent yang menjadi populer. Selama periode puasa, tubuh akan mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang berkontribusi pada kesehatan.

Perubahan Metabolisme

Ketika seseorang berpuasa, tubuh mulai menggunakan cadangan energi yang ada. Seiring waktu, setelah simpanan glukosa habis, tubuh beralih ke lemak sebagai sumber energi utama. Proses ini disebut ketosis, yang tidak hanya membantu dalam penurunan berat badan, tetapi juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Manfaat Kardiovaskular

Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memiliki efek positif pada kesehatan jantung. Selama puasa, kadar kolesterol dan tekanan darah dapat menurun. Kegiatan ini membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Puasa juga berpotensi meningkatkan fungsi endothelial (lapisan dalam pembuluh darah), yang sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Efek Terhadap Sistem Imun

Puasa dapat memicu regenerasi sel-sel sistem imun. Dalam keadaan puasa, tubuh cenderung melakukan proses autophagy, di mana sel-sel yang rusak dan tidak berfungsi akan dihancurkan dan diganti. Ini membantu memperkuat sistem imun dan mengurangi risiko infeksi.

Mengurangi Peradangan

Peradangan kronis diketahui berkontribusi pada berbagai penyakit, termasuk kanker, diabetes, dan penyakit jantung. Puasa dapat membantu menurunkan marker peradangan dalam tubuh. Dengan mengurangi peradangan, puasa dapat berfungsi sebagai langkah pencegahan terhadap banyak penyakit degeneratif.

Kesehatan Mental dan Kesejahteraan

Tak hanya fisik, puasa juga berpengaruh pada kesehatan mental. Banyak yang melaporkan merasa lebih fokus dan jernih selama berpuasa. Penelitian menyebutkan bahwa puasa dapat meningkatkan kadar hormon yang terkait dengan perasaan bahagia, seperti serotonin, dan mengurangi stres. Ini menjadikan puasa sebagai alat yang efektif untuk mengelola kesehatan mental.

Kesimpulan

Puasa bukan hanya sekadar ritual religius, tetapi juga memiliki dampak yang mendalam terhadap kesehatan. Dengan meningkatkan metabolisme, mempromosikan kesehatan jantung, meningkatkan sistem imun, mengurangi peradangan, dan mendukung kesejahteraan mental, puasa dapat berperan dalam mitigasi risiko penyakit. Namun, penting untuk melakukan puasa dengan cara yang tepat dan sehat. Bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum memulai program puasa. Dengan pendekatan yang tepat, puasa dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan.


Bagikan Artikel Ini