Mitos dan Fakta tentang Kolesterol
Kolesterol adalah salah satu topik yang sering diperbincangkan, tetapi masih banyak informasi yang simpang-siur. Mari kita bedah beberapa mitos dan fakta seputar kolesterol agar kita dapat memahami mana yang benar dan mana yang tidak.
-
Mitos: Hanya orang yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki kolesterol tinggi.
- Faktanya: Orang dengan semua tipe tubuh dapat berpotensi memiliki kolesterol tinggi. Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan peluang memiliki kolesterol tinggi, tetapi bertubuh kurus tidak melindungi dari potensi kolesterol. Selalu memeriksa kadar kolesterol penting, terlepas dari berat badan, pola makan, dan aktivitas fisik.
-
Mitos: Kolesterol tinggi hanya masalah laki-laki.
- Faktanya: Aterosklerosis (penumpukan plak lemak dalam pembuluh darah) lebih sering terjadi pada perempuan. Perempuan yang memasuki masa pramenopause juga cenderung memiliki kadar estrogen yang meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik). Namun, setelah menopause, ada kecenderungan kadar LDL (kolesterol jahat) menjadi lebih tinggi.
-
Mitos: Tingkat kolesterol adalah hasil dari diet dan kuantitas aktivitas fisik.
- Faktanya: Diet dan aktivitas fisik memengaruhi kadar kolesterol, tetapi bukan satu-satunya faktor. Pertambahan usia juga berdampak pada kadar kolesterol. Beberapa orang dilahirkan dengan kadar kolesterol tinggi yang diwarisi dari orangtua.
-
Mitos: Telur mengandung tinggi kolesterol.
- Faktanya: Benar, satu butir telur besar mengandung hampir 200 mg kolesterol. Meskipun demikian, telur juga mengandung protein dan komponen zat gizi lain yang penting untuk tubuh. Konsumsi telur dalam jumlah tertentu, misalnya satu atau dua butir beberapa hari dalam seminggu.
Ingatlah bahwa kolesterol, pada tingkat normal, memiliki fungsi penting dalam tubuh kita, seperti membentuk dinding sel dan selubung saraf, serta berperan sebagai bahan dasar hormon dan vitamin D. Jadi, selalu perhatikan kesehatan kolesterol kita! ????????123.





