Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Pemeriksaan Kesehatan Wajib untuk Ibu Usia 30+

Kesehatan - 02 Dec 2025 Oleh Diaz

172 Kali Dibaca

Fam, makin bertambahnya usia, tubuh kita juga ikut berubah, terutama ketika melewati usia 30-an. Karena itu, artikel ini akan fokus membahas tentang pemeriksaan kesehatan ibu usia 30, medical check up wanita, dan tes kesehatan penting untuk ibu. Banyak ibu yang sibuk urus keluarga, kerja, dan aktivitas rumah tangga sampai lupa memperhatikan diri sendiri. Padahal, kesehatan ibu itu fondasi utama untuk keluarga yang kuat. Ibu yang sehat bisa merawat keluarga dengan lebih maksimal, tapi semuanya harus dimulai dari pemahaman tentang pemeriksaan kesehatan dasar yang penting dilakukan secara rutin.

Memasuki usia 30+, tubuh perempuan mulai mengalami beberapa perubahan hormonal yang memengaruhi energi, metabolisme, hingga mood. Karena itu, penting banget buat ibu memantau kondisi tubuh lewat pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan yang paling dasar adalah cek tekanan darah. Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena bisa muncul tanpa gejala. Banyak perempuan usia 30-an yang mulai mengalami tekanan darah naik, terutama kalau jarang olahraga, sering stres, atau pola makan kurang terkontrol. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di puskesmas, klinik, hingga rumah sakit terdekat.

Selain tekanan darah, cek gula darah juga wajib banget. Risiko diabetes meningkat seiring bertambahnya usia, dan perempuan punya kemungkinan lebih tinggi jika memiliki riwayat diabetes kehamilan atau memiliki pola hidup kurang aktif. Dengan cek gula darah rutin, ibu bisa mendeteksi lebih dini apakah ada tanda-tanda prediabetes.

Pemeriksaan selanjutnya adalah cek kolesterol. Perempuan usia 30+ sering menghadapi perubahan metabolisme sehingga kolesterol bisa naik tanpa disadari. Kolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, yang merupakan penyebab kematian paling umum pada perempuan. American Heart Association juga menekankan pentingnya cek kolesterol sejak usia 20–30 tahun, apalagi kalau punya faktor risiko seperti obesitas atau jarang olahraga. 

Perempuan usia 30+ juga perlu screening tiroid. Gangguan tiroid sangat sering terjadi pada wanita, terutama setelah melahirkan. Gejalanya sering mirip kelelahan biasa—capek, rambut rontok, cemas berlebih, atau berat badan susah turun. Banyak ibu menganggap itu “karena banyak pikiran”, padahal sebenarnya bisa terkait hormon tiroid. Pemeriksaan TSH dan FT4 termasuk tes rutin yang sebaiknya dilakukan minimal setahun sekali untuk memantau fungsi tiroid.

Nggak kalah penting, pemeriksaan payudara melalui SADARI setiap bulan dan pemeriksaan USG payudara sesuai anjuran usia. Untuk ibu usia 30+, USG payudara jauh lebih akurat dibanding mammogram karena jaringan payudara masih cukup padat. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi benjolan sejak dini, terutama kanker payudara yang masih menjadi kanker nomor satu pada perempuan.

Untuk kesehatan reproduksi, pemeriksaan Pap smear atau IVA test juga penting dilakukan setiap 3 tahun, khususnya untuk mendeteksi adanya perubahan sel pada leher rahim yang bisa berkembang menjadi kanker serviks. HPV adalah penyebab terbesar kanker serviks, dan screening yang rutin bisa menyelamatkan nyawa. 

Selain pemeriksaan fisik, kesehatan mental juga penting banget untuk diperhatikan. Banyak ibu yang mengalami stres kronis, burnout, atau kecemasan tapi memilih menyimpannya sendiri. Konsultasi dengan tenaga kesehatan jiwa seperti psikolog juga termasuk bagian dari pemeriksaan kesehatan. Ibu butuh ruang aman untuk bercerita, bernapas, dan kembali stabil.

Yang sering dilupakan adalah pemeriksaan vitamin dan mineral, terutama Vitamin D, kalsium, dan zat besi. Vitamin D sangat penting untuk imunitas dan kesehatan tulang. Sayangnya, banyak orang Asia, termasuk ibu-ibu Indonesia, mengalami kekurangan vitamin D. Pemeriksaan ini membantu ibu mengetahui apakah perlu suplementasi.

Dengan semua pemeriksaan ini, ibu bisa menjaga tubuh tetap prima di usia 30-an dan mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan kesehatan di usia 40+. Jangan menunggu sakit dulu baru periksa. Langkah kecil seperti medical check-up rutin adalah bentuk self-love yang paling nyata. Di usia 30+, ibu berhak sehat, bahagia, dan hidup seimbang. Yuk, Fam, mulai peduli sama tubuh sendiri. Pemeriksaan kesehatan ibu usia 30 dan medical check up wanita ini bukan sekadar formalitas, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan keluarga. Semoga Fam selalu sehat, bahagia, dan penuh energi setiap hari.


Bagikan Artikel Ini