Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Sudah Minum Vitamin C Tapi Masih Gampang Sakit?

Penyakit - 31 Dec 2025 Oleh Diaz

200 Kali Dibaca

Hai Fam, pernah nggak sih kamu ngerasa sudah rajin minum vitamin C tiap hari, tapi kok badan tetap gampang tumbang? Baru kena angin dikit langsung pilek, begadang sedikit langsung drop. Padahal iklan vitamin C bilang daya tahan tubuh bakal lebih kebal. Kalau kamu lagi ada di fase ini, tenang dulu. Artikel ini bakal ngebahas kenapa kondisi “sudah minum vitamin C tapi masih gampang sakit” itu bisa terjadi, dan apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh kamu biar nggak gampang ambruk.

Vitamin C memang punya peran penting untuk sistem imun. Nutrisi ini membantu produksi sel darah putih, berperan sebagai antioksidan, dan mendukung proses penyembuhan. Tapi Fam, vitamin C bukan tameng super yang bisa bekerja sendirian. Kalau gaya hidup dan kebutuhan nutrisi lain masih berantakan, hasilnya ya tetap sama: tubuh gampang sakit. Ibaratnya kamu sudah pakai helm, tapi naik motor tanpa rem dan lampu. Tetap rawan jatuh.

Salah satu alasan paling sering adalah dosis dan cara konsumsi yang kurang tepat. Banyak orang minum vitamin C hanya saat merasa nggak enak badan, bukan sebagai bagian dari rutinitas sehat. Ada juga yang minum dosis tinggi tapi jarang, padahal tubuh cuma bisa menyerap vitamin C dalam jumlah terbatas. Sisanya bakal dibuang lewat urine. Jadi minum banyak sekaligus belum tentu lebih efektif dibandingkan dosis cukup tapi rutin.

Selain itu, vitamin C nggak bisa kerja maksimal kalau tubuh kekurangan nutrisi lain. Sistem imun butuh kerja tim, Fam. Vitamin D, zinc, zat besi, dan protein punya peran besar dalam menjaga daya tahan tubuh. Kalau kamu jarang kena matahari, jarang makan protein, atau sering skip sayur dan buah, jangan heran kalau imun tetap lemah. Bahkan menurut banyak penelitian, vitamin D punya peran krusial dalam mengatur respons imun tubuh. Kamu bisa baca penjelasan lengkapnya di https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-and-immune-system.

Faktor gaya hidup juga sering diremehkan. Kurang tidur, stres berkepanjangan, dan jarang olahraga bisa bikin sistem imun ngos-ngosan. Kamu boleh minum vitamin C paling mahal sekalipun, tapi kalau tidur cuma 4 jam semalam dan pikiran isinya tekanan kerja terus, tubuh bakal kesulitan bertahan. Stres kronis sendiri bisa meningkatkan hormon kortisol yang justru menekan sistem imun. 

Hal lain yang jarang disadari adalah kondisi kesehatan tertentu. Beberapa orang punya masalah penyerapan nutrisi di usus, seperti gangguan pencernaan, maag kronis, atau masalah usus lainnya. Akibatnya, vitamin yang diminum nggak terserap optimal. Ada juga kondisi seperti anemia, gangguan tiroid, atau infeksi laten yang bikin tubuh terus “capek dari dalam”. Kalau kamu merasa sudah jaga makan, minum vitamin, tapi tetap sering sakit, pemeriksaan kesehatan dasar bisa jadi langkah bijak.

Lingkungan dan kebiasaan harian juga berpengaruh besar. Terlalu sering terpapar AC, polusi udara, rokok (termasuk asap rokok orang lain), serta jarang cuci tangan bisa bikin virus dan bakteri gampang masuk. Vitamin C membantu melawan, tapi bukan berarti tubuh jadi kebal total. Imun itu seperti satpam, Fam. Kalau yang masuk terlalu banyak, ya tetap kewalahan.

Lalu apa solusinya? Pertama, tetap konsumsi vitamin C dengan dosis yang wajar dan rutin, bukan musiman. Kedua, lengkapi dengan nutrisi lain dari makanan seimbang: protein cukup, sayur berwarna, buah segar, dan lemak sehat. Ketiga, pastikan kamu cukup tidur dan punya waktu rehat yang beneran berkualitas. Keempat, jangan ragu cek kadar vitamin D, kondisi darah, atau konsultasi tenaga kesehatan kalau keluhan gampang sakit terus berulang.

Intinya Fam, vitamin C itu penting, tapi bukan satu-satunya jawaban. Kalau kamu masih bertanya-tanya kenapa sudah minum vitamin C tapi masih gampang sakit, mungkin sekarang saatnya lihat tubuh secara lebih utuh, bukan cuma dari satu botol vitamin. Rawat imun dengan cara yang lebih menyeluruh, karena tubuh kamu layak dapat perhatian lebih dari sekadar suplemen.


Bagikan Artikel Ini