Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

ISPA Sering Kambuh? Kenali Kapan Gejala Perlu Diperiksakan

Penyakit - 21 Jam Lalu Oleh Diaz

16 Kali Dibaca

ISPA sering kambuh tentu bisa bikin aktivitas sehari-hari jadi kurang nyaman. Baru saja merasa membaik, beberapa waktu kemudian hidung kembali tersumbat, batuk muncul lagi, tenggorokan terasa tidak enak, atau badan kembali terasa lemas. Fam, kondisi seperti ini cukup sering dialami, terutama saat cuaca berubah, lingkungan sedang banyak orang yang sakit, atau tubuh sedang kurang fit. Namun, kalau keluhan ISPA terus berulang atau tidak kunjung membaik, jangan langsung dianggap sebagai masuk angin biasa. Ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan dan mungkin membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan.

ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan infeksi yang dapat menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan hingga saluran pernapasan bagian bawah. Penyebabnya bisa beragam, tetapi banyak kasus ISPA disebabkan oleh virus. Gejala yang muncul juga dapat berbeda-beda, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, badan terasa lelah, hingga nyeri otot. Pada sebagian orang, gejalanya dapat ringan dan membaik dengan perawatan di rumah.

Masalahnya, gejala ISPA bisa terasa mirip dengan beberapa gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, ketika keluhan muncul berulang kali, penting untuk memperhatikan pola dan lamanya gejala. Misalnya, Fam baru sembuh dari batuk dan pilek, tetapi tidak lama kemudian keluhan yang sama muncul kembali. Bisa saja tubuh memang sedang mengalami infeksi baru, tetapi bisa juga ada faktor lain yang membuat saluran pernapasan lebih mudah mengalami gangguan.

Lingkungan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Paparan asap rokok, debu, polusi udara, udara yang terlalu dingin, atau berada di ruangan dengan ventilasi kurang baik dapat membuat saluran pernapasan lebih mudah teriritasi. Kebiasaan kurang mencuci tangan dan sering melakukan kontak dekat dengan orang yang sedang sakit juga dapat meningkatkan risiko tertular infeksi saluran pernapasan.

Kondisi tubuh juga berpengaruh. Kurang tidur, aktivitas yang terlalu padat, pola makan yang kurang seimbang, dan kurang menjaga kebersihan tangan dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Bukan berarti setiap kali kurang tidur seseorang pasti terkena ISPA, tetapi menjaga kondisi tubuh tetap prima tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Lalu, kapan gejala ISPA perlu diperiksakan? Fam sebaiknya tidak menunggu terlalu lama jika gejala terasa semakin berat, tidak menunjukkan tanda membaik, atau justru muncul berulang dalam waktu yang berdekatan. Batuk yang menetap, demam yang tidak membaik, tubuh terasa sangat lemas, atau keluhan pernapasan yang mengganggu aktivitas sehari-hari merupakan alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Perhatikan juga tanda yang lebih serius seperti sesak atau kesulitan bernapas, napas menjadi lebih cepat, nyeri dada, sulit beraktivitas karena kekurangan napas, kebiruan pada bibir atau wajah, atau kondisi tubuh yang memburuk secara cepat. Pada kondisi seperti ini, pemeriksaan medis perlu dilakukan segera. Terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, atau orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, keluhan pernapasan sebaiknya mendapat perhatian lebih.

Selain melihat gejala, dokter juga dapat membantu mencari tahu apakah keluhan yang dialami benar-benar berkaitan dengan ISPA atau ada penyebab lain. Pemeriksaan dapat dilakukan sesuai kondisi pasien. Tidak semua batuk dan pilek membutuhkan antibiotik, karena banyak infeksi saluran pernapasan disebabkan oleh virus. Penggunaan antibiotik tanpa pemeriksaan dan anjuran dokter justru dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak tepat.

Selama gejala masih ringan, Fam bisa membantu tubuh dengan cukup beristirahat, memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan tangan. Hindari juga asap rokok dan paparan iritan lain yang dapat memperburuk keluhan pernapasan. Jika sedang sakit, gunakan masker ketika berada di sekitar orang lain, terutama di tempat ramai, dan terapkan etika batuk atau bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

Jangan lupa, pencegahan juga penting. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga sirkulasi udara di rumah, menghindari kebiasaan merokok, serta menjaga pola tidur dan makan dapat membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan. Ketika ada anggota keluarga yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, usahakan tidak berbagi alat makan atau minum dan kurangi kontak dekat jika memungkinkan.

Fam, ISPA yang sesekali terjadi memang cukup umum. Namun, jika keluhan terus berulang, berlangsung lebih lama dari yang seharusnya, semakin berat, atau disertai gangguan pernapasan, jangan hanya mengandalkan obat yang dibeli sendiri. Konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan agar penyebab dan penanganannya dapat diketahui dengan lebih tepat.

Untuk informasi umum mengenai ISPA dan kesehatan pernapasan, Fam juga bisa membaca informasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan RI dan informasi dari WHO mengenai respiratory infections.

Jadi, jangan abaikan kalau ISPA sering kambuh. Kenali gejalanya, perhatikan kapan keluhan muncul dan berapa lama berlangsung, serta jangan ragu memeriksakan diri ketika kondisi terasa tidak biasa. Dengan pemeriksaan yang tepat, Fam bisa mengetahui kondisi kesehatan dengan lebih jelas dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.


Bagikan Artikel Ini