Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Jantung Sehat Nggak Cuma Soal Olahraga: Kenali Faktor Risikonya dari Sekarang

Kesehatan - 23 Jam Lalu Oleh Diaz

13 Kali Dibaca

Fam, kalau ngomongin jantung sehat, kebanyakan dari kita mungkin langsung kepikiran olahraga. Jogging, gym, bersepeda, atau sekadar jalan kaki memang punya peran penting untuk menjaga kesehatan jantung. Tapi ternyata, urusan jantung nggak sesederhana itu. Ada banyak faktor lain yang diam-diam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan ketika kita merasa tubuh baik-baik saja. Karena itu, memahami faktor risiko penyakit jantung sejak sekarang bisa jadi salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

Jantung bekerja tanpa berhenti setiap hari. Organ ini bertugas memompa darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Karena kerjanya sangat vital, kesehatan jantung perlu dijaga secara menyeluruh, bukan hanya dengan rajin berolahraga. Pola makan, tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, kebiasaan merokok, berat badan, kualitas tidur, sampai tingkat stres juga bisa ikut memengaruhi kondisi jantung.

Salah satu hal yang sering disepelekan adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Masalahnya, hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang bisa saja merasa sehat, tetap bekerja seperti biasa, tetapi tekanan darahnya sudah berada di atas batas normal. Jika berlangsung dalam waktu lama dan tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat memberikan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah.

Begitu juga dengan kolesterol. Tubuh memang membutuhkan kolesterol untuk menjalankan berbagai fungsi, tetapi kadar kolesterol tertentu yang terlalu tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di pembuluh darah. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Jadi, jangan tunggu sampai ada keluhan untuk mengetahui bagaimana kondisi kolesterol tubuh.

Gula darah juga nggak kalah penting. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini menjadi alasan kenapa pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko tertentu atau mempunyai riwayat keluarga dengan diabetes maupun penyakit jantung.

Selain kondisi medis, gaya hidup sehari-hari juga punya pengaruh besar. Kebiasaan merokok, misalnya, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena zat-zat dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan memengaruhi kerja sistem kardiovaskular. Begitu pula dengan pola makan yang terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam, gula, lemak jenuh, dan makanan ultra-proses. Bukan berarti semua makanan tersebut harus langsung menjadi “musuh”, Family. Yang lebih penting adalah memperhatikan frekuensi, jumlah, dan keseimbangan makanan sehari-hari.

Berat badan juga perlu diperhatikan. Kelebihan berat badan dapat berkaitan dengan berbagai kondisi yang menjadi faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes. Menjaga berat badan bukan berarti harus mengejar bentuk tubuh tertentu, tetapi lebih kepada menjaga tubuh tetap berada dalam kondisi yang sehat dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Lalu bagaimana dengan stres? Ini juga sering dianggap sepele. Stres sesekali merupakan bagian dari kehidupan, apalagi kalau pekerjaan, keluarga, dan berbagai urusan datang bersamaan. Namun, stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kebiasaan hidup, seperti pola tidur yang berantakan, pola makan kurang teratur, kurang bergerak, atau kebiasaan merokok. Semua itu pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Tidur pun jangan dilupakan. Begadang sesekali mungkin sulit dihindari, tetapi kalau kurang tidur sudah menjadi kebiasaan, tubuh bisa ikut merasakan dampaknya. Membiasakan jadwal tidur yang cukup dan teratur menjadi bagian sederhana dari menjaga kesehatan jantung yang sering terlupakan.

Selain faktor gaya hidup, ada faktor yang memang tidak bisa kita ubah, seperti usia dan riwayat keluarga. Kalau ada anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit jantung, bukan berarti kita pasti akan mengalaminya juga. Namun, informasi tersebut bisa menjadi alasan untuk lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan lebih awal.

Nah, di sinilah pemeriksaan kesehatan rutin punya peran penting. Jangan merasa harus menunggu sakit dulu baru melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, dan kondisi kesehatan lainnya dapat membantu kita mengetahui kondisi tubuh sekaligus menemukan faktor risiko lebih awal. Kalau ditemukan sesuatu yang perlu diperhatikan, kita pun punya kesempatan untuk melakukan perubahan sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Olahraga tetap penting, Family. Mulai dari aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, naik tangga, bersepeda, atau melakukan olahraga yang memang kita sukai. Yang penting bukan cuma semangat di awal, tetapi konsistensinya. Akan lebih baik beraktivitas secara rutin sesuai kemampuan daripada olahraga berat sesekali lalu berhenti lama.

Pola makan juga bisa dimulai dari langkah kecil. Coba lebih sering mengonsumsi sayur, buah, sumber protein yang baik, dan makanan dengan kandungan serat yang cukup. Kurangi kebiasaan mengonsumsi makanan terlalu asin, terlalu manis, atau tinggi lemak secara berlebihan. Nggak harus langsung sempurna. Perubahan kecil yang dilakukan konsisten justru lebih realistis untuk dijadikan kebiasaan.

Family juga perlu mengenali tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan. Nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, maupun perut bisa menjadi tanda kondisi serius dan membutuhkan pertolongan medis segera. Jangan mencoba menebak sendiri penyebabnya jika gejalanya berat atau muncul secara tiba-tiba.

Peringatan Hari Jantung Sedunia setiap 22 September bisa menjadi pengingat bahwa menjaga jantung seharusnya bukan kegiatan musiman. Kita nggak perlu menunggu usia tua, diagnosis penyakit, atau munculnya keluhan untuk mulai peduli. Justru saat merasa sehat adalah waktu yang baik untuk mengetahui kondisi tubuh dan membangun kebiasaan yang lebih baik.

Jadi, Fam, jantung sehat bukan cuma tentang seberapa sering kita olahraga. Kenali faktor risiko penyakit jantung, perhatikan pola hidup, lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan jangan abaikan sinyal dari tubuh. Kalau kesehatan jantung bisa kita jaga mulai dari sekarang, kenapa harus menunggu nanti? Yuk, mulai dari langkah kecil hari ini untuk menjaga kesehatan jantung dan memberikan tubuh kesempatan untuk tetap sehat lebih lama.


Bagikan Artikel Ini