Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Merasa Sehat dan Aktif Berolahraga? Kenapa Pemeriksaan Gula Darah dan Kolesterol Tetap Penting?

Medical Check Up - 10 Jam Lalu Oleh Diaz

18 Kali Dibaca

Sering olahraga, badan terasa bugar, dan aktivitas sehari-hari berjalan lancar. Rasanya tubuh sedang dalam kondisi yang baik-baik saja, ya, Fam? Apalagi kalau sudah terbiasa menjaga pola makan dan rutin bergerak. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu melakukan cek gula darah dan kolesterol secara berkala. Sebab, merasa sehat dan aktif berolahraga belum tentu menjamin kadar gula darah maupun kolesterol selalu berada dalam batas normal.

Olahraga memang menjadi salah satu kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran, menjaga berat badan, memperbaiki sensitivitas insulin, serta mendukung kesehatan jantung. Akan tetapi, kesehatan tubuh tidak hanya bisa dinilai dari seberapa kuat kita berolahraga atau seberapa jarang kita merasa sakit.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Dua di antaranya adalah kadar gula darah tinggi dan kolesterol tinggi. Seseorang bisa tetap bekerja, berolahraga, bahkan menjalani aktivitas harian seperti biasa meskipun kadar gula darah atau kolesterolnya sudah melebihi batas normal.

Itulah mengapa pemeriksaan kesehatan tetap penting, termasuk bagi Family yang merasa tubuhnya sehat dan aktif.

Gula darah merupakan kadar glukosa yang terdapat dalam aliran darah dan menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh. Namun, ketika kadarnya terlalu tinggi dalam waktu lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes. Masalahnya, peningkatan gula darah tidak selalu langsung menimbulkan keluhan. Sebagian orang baru menyadari kondisinya setelah melakukan pemeriksaan atau ketika mulai mengalami gejala tertentu.

Beberapa faktor dapat memengaruhi kadar gula darah, seperti pola makan, faktor keturunan, berat badan, kualitas tidur, stres, hingga aktivitas fisik. Meskipun olahraga membantu tubuh mengelola gula darah dengan lebih baik, bukan berarti seseorang yang rutin berolahraga terbebas sepenuhnya dari risiko diabetes.

Begitu juga dengan kolesterol. Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel dan memproduksi hormon. Namun, kadar kolesterol tertentu yang terlalu tinggi, terutama LDL atau yang sering disebut kolesterol jahat, dapat meningkatkan risiko penumpukan plak pada pembuluh darah.

Penumpukan plak tersebut bisa membuat pembuluh darah menyempit dan meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke. Hal yang perlu diperhatikan, kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala khusus. Jadi, Family mungkin tidak merasakan sakit kepala, nyeri, atau keluhan lainnya meskipun kadar kolesterol sudah tinggi.

Lalu, kalau sudah rutin olahraga, kenapa masih perlu melakukan pemeriksaan?

Jawabannya sederhana, karena olahraga dan pemeriksaan kesehatan memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Olahraga membantu menjaga tubuh tetap aktif dan mendukung proses metabolisme, sedangkan pemeriksaan membantu mengetahui kondisi kesehatan yang tidak bisa dilihat atau dirasakan secara langsung.

Misalnya, Family rutin jogging setiap pagi, mengikuti kelas senam, bersepeda saat akhir pekan, atau berjalan kaki setiap hari. Kebiasaan tersebut tentu baik untuk kesehatan. Namun, tanpa pemeriksaan, kita tidak benar-benar mengetahui apakah kadar gula darah dan kolesterol sudah sesuai dengan rentang normal.

Melalui pemeriksaan gula darah, kita dapat mengetahui kondisi kadar glukosa dalam tubuh. Sementara itu, pemeriksaan kolesterol membantu mengetahui kadar kolesterol total, LDL, HDL atau kolesterol baik, serta trigliserida jika dilakukan melalui pemeriksaan profil lipid.

Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika hasilnya normal, Family bisa terus mempertahankan kebiasaan hidup sehat. Jika ditemukan peningkatan kadar gula darah atau kolesterol, dokter dapat membantu memberikan saran terkait pola makan, aktivitas fisik, pemeriksaan lanjutan, atau penanganan yang sesuai.

Kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan? Sebenarnya, kebutuhan setiap orang bisa berbeda, tergantung usia, riwayat kesehatan, faktor keturunan, berat badan, dan faktor risiko lainnya. Orang yang memiliki riwayat diabetes atau kolesterol tinggi dalam keluarga, misalnya, mungkin membutuhkan pemantauan lebih teratur.

Family juga tidak perlu menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan berkala dapat menjadi salah satu bentuk pencegahan sekaligus langkah untuk mengenali risiko kesehatan sejak dini.

Selain pemeriksaan, jangan lupa untuk tetap menjaga kebiasaan sehat sehari-hari. Konsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak sayur dan buah, batasi makanan tinggi gula serta lemak jenuh, cukup minum air putih, tidur yang cukup, dan lakukan aktivitas fisik secara rutin. Hindari juga kebiasaan merokok dan usahakan mengelola stres dengan baik.

Satu hal yang tidak kalah penting, jangan langsung menyimpulkan kondisi kesehatan hanya berdasarkan hasil pemeriksaan mandiri. Jika hasil gula darah atau kolesterol menunjukkan angka di luar rentang normal, konsultasikan kepada dokter agar mendapatkan interpretasi dan rekomendasi yang tepat. Hasil pemeriksaan juga perlu disesuaikan dengan jenis tes dan kondisi masing-masing orang.

Jadi, Fam, hidup sehat bukan hanya tentang seberapa sering kita berolahraga atau seberapa kuat tubuh menjalani aktivitas. Lebih dari itu, hidup sehat berarti mau mengenali kondisi tubuh dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaganya.

Jangan tunggu sampai tubuh memberikan sinyal berupa keluhan. Luangkan waktu untuk melakukan cek gula darah dan kolesterol sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan. Karena tubuh yang terasa sehat tetap perlu diperhatikan kondisinya dari dalam. Yuk, Family, jadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup aktif dan sehat!


Bagikan Artikel Ini