Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Cara Mencegah ISPA pada Anak dan Orang Dewasa

Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS - 9 Jam Lalu Oleh Diaz

5 Kali Dibaca

Fam, menjaga kesehatan pernapasan menjadi hal yang penting, terutama ketika cuaca sedang tidak menentu dan aktivitas sehari-hari membuat kita sering bertemu banyak orang. Salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering terjadi adalah ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena itu, mengetahui cara mencegah ISPA pada anak dan orang dewasa bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus keluarga.

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus maupun bakteri. Keluhannya bisa berbeda-beda pada setiap orang, mulai dari batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, hingga tubuh terasa lemas. Pada sebagian besar kasus, ISPA dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, pada anak kecil, lansia, atau orang yang memiliki kondisi tertentu, infeksi saluran pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih.

Salah satu cara mencegah ISPA yang paling sederhana adalah membiasakan diri mencuci tangan. Tangan sering menyentuh berbagai benda yang mungkin terkontaminasi kuman, seperti gagang pintu, meja, ponsel, atau fasilitas umum. Tanpa sadar, tangan kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah dari luar rumah, dan setelah batuk atau bersin, dapat membantu mengurangi risiko penyebaran kuman.

Selain mencuci tangan, ajarkan anak untuk menerapkan etika batuk dan bersin. Anak-anak terkadang masih terbiasa menutup batuk atau bersin menggunakan telapak tangan. Padahal, kuman dapat berpindah dari tangan ke benda yang disentuh setelahnya. Lebih baik gunakan tisu atau bagian dalam siku ketika batuk dan bersin. Jika menggunakan tisu, segera buang ke tempat sampah dan lanjutkan dengan mencuci tangan.

Kebiasaan ini juga berlaku bagi orang dewasa, ya, Family. Jangan merasa karena sudah dewasa maka kebiasaan sederhana seperti etika batuk tidak penting. Justru orang dewasa bisa menjadi contoh bagi anak-anak di rumah. Ketika orang tua membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, anak akan lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut.

Menjaga kualitas udara di dalam rumah juga tidak kalah penting. Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik dengan membuka jendela secara berkala. Bersihkan rumah secara rutin dari debu, terutama pada area yang sering digunakan seperti kamar tidur, ruang keluarga, dan tempat bermain anak. Hindari juga paparan asap rokok di dalam rumah karena asap rokok dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan dan membuat anak lebih rentan mengalami gangguan pernapasan.

Jika ada anggota keluarga yang sedang mengalami gejala ISPA, usahakan untuk mengurangi kontak terlalu dekat dengan anggota keluarga lain, terutama bayi, anak kecil, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh yang lebih rentan. Gunakan masker ketika diperlukan, jangan berbagi alat makan dan minum, serta pastikan barang-barang yang sering digunakan bersama tetap dibersihkan.

Menjaga daya tahan tubuh juga menjadi bagian dari pencegahan ISPA. Caranya tidak harus rumit. Pastikan kebutuhan nutrisi sehari-hari terpenuhi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayur, buah, sumber protein, dan karbohidrat. Anak juga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan sistem imunnya.

Selain makanan, jangan lupakan waktu tidur. Anak membutuhkan waktu tidur yang cukup sesuai dengan usianya, sementara orang dewasa juga perlu memberikan tubuh kesempatan untuk beristirahat. Kurang tidur dan pola hidup yang tidak teratur dapat membuat tubuh terasa lebih mudah lelah. Lengkapi juga dengan aktivitas fisik yang sesuai kemampuan agar tubuh tetap aktif dan bugar.

Vaksinasi juga dapat menjadi salah satu upaya untuk melindungi diri dari penyakit infeksi tertentu yang dapat menyerang saluran pernapasan. Pastikan imunisasi anak diberikan sesuai jadwal yang dianjurkan. Orang dewasa juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai vaksinasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Informasi mengenai imunisasi dan kesehatan anak dapat dilihat melalui situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kebiasaan lain yang sering dianggap sepele adalah tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih. Ketika sedang beraktivitas di luar rumah, tangan kita bisa menyentuh banyak permukaan. Karena itu, biasakan membersihkan tangan sebelum menyentuh area wajah, makan, atau memberikan makanan kepada anak.

Fam juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan. Saat kualitas udara sedang buruk atau banyak polusi, kurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai dan hindari area dengan paparan asap atau polusi tinggi. Bagi anak-anak, aktivitas bermain di luar tetap penting, tetapi pilih waktu dan tempat yang kondisi udaranya lebih baik.

Lalu, kapan harus mulai berkonsultasi dengan dokter? Jangan hanya fokus pada batuk atau pileknya, tetapi perhatikan kondisi secara keseluruhan. Jika demam berlangsung cukup lama, gejala semakin berat, anak terlihat sangat lemas, sulit makan atau minum, mengalami kesulitan bernapas, atau terdapat keluhan lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan. Pada orang dewasa, keluhan yang semakin berat atau tidak kunjung membaik juga sebaiknya tidak diabaikan.

Pada akhirnya, mencegah ISPA tidak harus dimulai dari sesuatu yang sulit. Kebiasaan sederhana seperti rajin mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan rumah, menghindari asap rokok, memenuhi kebutuhan nutrisi, cukup tidur, serta memperhatikan kondisi lingkungan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat sehari-hari.

Jadi, Family, yuk mulai menerapkan cara mencegah ISPA pada anak dan orang dewasa dari lingkungan rumah sendiri. Jangan menunggu sampai sakit baru mulai peduli dengan kesehatan pernapasan. Jika muncul gejala ISPA yang mengganggu atau semakin berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.


Bagikan Artikel Ini