Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Kenapa Infus Tidak Selalu Diperlukan Saat Sakit?
Penyakit - 8 Jam Lalu Oleh Diaz
8 Kali DibacaKalau sedang sakit, sebagian orang mungkin langsung berpikir, “Kayaknya harus infus deh biar cepat sembuh.” Padahal, infus saat sakit tidak selalu diperlukan. Infus memang bisa membantu memberikan cairan atau obat tertentu melalui pembuluh darah, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan medis seseorang. Jadi, bukan berarti setiap kali tubuh terasa lemas, demam, atau tidak enak badan, solusi terbaiknya adalah infus.
Infus atau terapi intravena adalah metode pemberian cairan, obat, elektrolit, atau zat tertentu langsung melalui pembuluh darah. Cara ini biasanya digunakan ketika pasien membutuhkan cairan atau obat dengan cepat, tidak dapat mengonsumsi sesuatu melalui mulut, atau memiliki kondisi tertentu yang membuat pemberian melalui infus lebih sesuai. Artinya, keputusan untuk menggunakan infus sebaiknya bukan berdasarkan keinginan untuk “cepat sembuh”, tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan dan pertimbangan tenaga medis.
Lalu, kenapa infus tidak selalu diperlukan saat sakit?
Salah satu alasannya adalah karena tubuh sebenarnya memiliki kemampuan untuk mendapatkan cairan dan nutrisi melalui makanan serta minuman. Pada kondisi sakit ringan, misalnya demam ringan, flu, batuk, atau keluhan kesehatan tertentu yang masih bisa ditangani dengan baik, pasien biasanya tetap dapat memenuhi kebutuhan cairannya dengan minum secara cukup. Dalam kondisi seperti ini, infus belum tentu memberikan manfaat tambahan dibandingkan hidrasi melalui mulut.
Contohnya ketika sedang demam. Tubuh memang bisa kehilangan lebih banyak cairan karena berkeringat atau mengalami peningkatan suhu. Namun, bukan berarti setiap orang yang demam otomatis membutuhkan infus. Jika masih mampu minum, tidak mengalami dehidrasi berat, dan tidak memiliki kondisi medis tertentu yang membutuhkan terapi intravena, dokter mungkin akan menyarankan cukup minum, istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan obat sesuai kebutuhan dan anjuran.
Hal yang sama berlaku ketika seseorang merasa lemas. Rasa lemas tidak selalu berarti tubuh kekurangan cairan. Lemas bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kurang tidur, kurang makan, infeksi, anemia, gula darah yang tidak normal, atau kondisi kesehatan lainnya. Karena itu, langsung melakukan infus tanpa mengetahui penyebab keluhan justru bisa membuat masalah utama tidak tertangani.
Infus juga bukan “vitamin instan” yang otomatis membuat tubuh kembali fit. Ada berbagai jenis cairan dan obat yang dapat diberikan melalui infus, tetapi penggunaannya harus memiliki indikasi yang jelas. Dokter perlu mempertimbangkan kondisi pasien, riwayat kesehatan, keluhan, hasil pemeriksaan, serta kebutuhan cairan atau obat sebelum menentukan terapi yang tepat.
Selain itu, pemberian infus juga tetap memiliki risiko. Karena dilakukan dengan memasukkan jarum dan selang ke pembuluh darah, prosedur ini dapat menimbulkan nyeri, memar, iritasi, atau infeksi pada area pemasangan. Pemberian cairan dalam jumlah yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh juga dapat menimbulkan masalah tertentu, terutama pada pasien dengan kondisi kesehatan khusus.
Bukan berarti infus tidak berguna. Justru pada kondisi tertentu, infus bisa sangat penting. Misalnya ketika pasien mengalami dehidrasi yang cukup berat, tidak mampu minum, mengalami muntah terus-menerus sehingga cairan sulit masuk, atau membutuhkan obat tertentu yang harus diberikan melalui pembuluh darah. Dalam kondisi seperti ini, infus dapat menjadi bagian penting dari penanganan medis.
Karena itu, jangan menjadikan infus sebagai patokan bahwa pengobatan yang diberikan pasti lebih kuat atau lebih cepat bekerja. Cara pemberian obat atau cairan harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Obat yang diminum bisa saja sudah cukup untuk kondisi tertentu, sementara pada kondisi lainnya dokter memang perlu memberikan obat atau cairan melalui infus.
Family juga perlu berhati-hati dengan anggapan bahwa “habis infus langsung segar” berarti tubuh memang membutuhkan infus. Setelah mendapatkan cairan, seseorang mungkin merasa lebih baik, terutama jika sebelumnya memang mengalami kekurangan cairan. Namun, rasa lebih segar tidak selalu berarti penyebab sakit sudah teratasi. Kalau penyebab utama keluhan adalah infeksi, gangguan metabolisme, atau kondisi lainnya, tetap diperlukan penanganan yang sesuai.
Jadi, ketika sedang sakit, sebaiknya jangan buru-buru menentukan sendiri apakah membutuhkan infus atau tidak. Lebih baik konsultasikan keluhan kepada dokter terlebih dahulu. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan apakah kondisi cukup ditangani dengan obat minum, istirahat dan hidrasi, atau memang membutuhkan terapi melalui infus.
Family juga bisa membantu tubuh pulih dengan hal-hal sederhana yang sering kali justru terlupakan: cukup minum, makan bergizi, tidur yang cukup, dan tidak memaksakan aktivitas ketika tubuh sedang membutuhkan istirahat. Jika keluhan semakin berat, tidak kunjung membaik, atau muncul tanda-tanda seperti sulit minum, muntah berulang, penurunan kesadaran, sesak, atau tanda dehidrasi, segera cari pertolongan medis.
Pada akhirnya, infus saat sakit bukanlah sesuatu yang selalu diperlukan. Infus adalah salah satu pilihan terapi yang digunakan ketika memang ada indikasi medis. Jadi, daripada memilih infus hanya karena ingin cepat merasa fit, lebih baik cari tahu dulu apa penyebab keluhannya dan terapi apa yang paling sesuai. Ingat, Family, pengobatan yang tepat bukan selalu yang terlihat paling “kuat”, tetapi yang memang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Bagikan Artikel Ini